Menko Polkam Dudung Abdurrachman merespons insiden Bharatu Laurentius Valdo Fernandez tewas tertembak sesama polisi di Pondok Cabe, Tangerang Selatan (Tangsel). Dudung siap melakukan evaluasi.
"Ya saya masih cari informasi yang lebih akurat, nanti pasti akan dievaluasi, pasti akan dievaluasi," kata Dudung kepada wartawan di kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Senin (17/10/2026).
Dudung menilai insiden itu berkaitan erat dengan pengendalian emosi para prajurit. Dia meminta para prajurit bisa lebih terbuka terhadap atasannya terkait hal apa pun yang dirasakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya memang kadang-kadang anak-anak di lapangan ya, ini perlu menyikapi lah ya, masalah emosi yang harus dikendalikan, sehingga kalau ada masalah-masalah pribadi, harus laporlah kepada atasannya, ya, kepada pimpinannya, jangan melakukan tindakan-tindakan dengan emosi tidak terkontrol yang akhirnya seperti itu," ungkap Dudung.
Sementara terkait evaluasi yang akan dilakukan, Dudung mengatakan proses rekrutmen yang tentunya menjadi fokus. Terutama terkait ideologi serta psikologi.
"Ya (evaluasi) sistem rekrutmen, entah ideologi, psikologi, itu pasti akan sangat dominan. Kita lihat gejala-gejalanya seperti itu ya," imbuhnya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah membenarkan kasus polisi tembak polisi di Mako Polairud, Pondok Cabe, Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Pelaku saat ini sudah ditahan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (16/10), sekitar pukul 05.30 WIB. Polda Metro Jaya menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya Bharatu LVVL, anggota Ditpoludara, dalam peristiwa penembakan di Mako Polairud tersebut.
"Kami menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya salah satu anggota Polri. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini," ungkapnya, Minggu (18/10).
Terkait penanganan perkara, Polda Metro Jaya memastikan tersangka berinisial AR, yang juga merupakan anggota Polri, telah diamankan dan saat ini ditahan di Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Budi menyampaikan tersangka akan menjalani proses hukum.
"Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Penyidik terus mendalami rangkaian peristiwa tersebut guna mengungkap fakta dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya.
Polda Metro Jaya menegaskan penanganan perkara dilakukan secara profesional, objektif, dan akuntabel. Budi memastikan setiap perkembangan akan disampaikan kepada publik berdasarkan hasil pemeriksaan dan fakta yang telah terverifikasi.










































