Budaya dan Adat Papua Jadi Bahan Ajar bagi Anak-anak di Manokwari

Budaya dan Adat Papua Jadi Bahan Ajar bagi Anak-anak di Manokwari

Nasywa Azzahra - detikNews
Minggu, 18 Okt 2026 16:48 WIB
Budaya dan Adat Papua Jadi Bahan Ajar bagi Anak-anak di Manokwari
Foto: Kementrans
Jakarta -

Kearifan lokal, budaya, dan adat Papua kini menjadi bagian dari bahan ajar bagi para siswa di Manokwari. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (Unair) merancang modul belajar melalui hal-hal yang akrab dengan kehidupan mereka, seperti lingkungan tempat tinggal, kebiasaan keluarga, permainan tradisional, dan cerita rakyat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari Parjiyanti menyambut baik upaya tersebut. Menurutnya, kemajuan pendidikan perlu berjalan beriringan dengan pelestarian kearifan lokal.

"Saya percaya Tim Ekspedisi Patriot juga bersama-sama bekerja dengan kita untuk menghasilkan satu modul ajar yang nantinya menjadi pedoman dan praktik baik yang bisa kita ambil. Kearifan lokal ini akan mendorong kita untuk maju. Perkembangan zaman bukan mendorong kita untuk melupakan kearifan lokal, tetapi keduanya berjalan seiring," ujar Parjiyanti dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia berharap pendekatan tersebut turut membentuk generasi Manokwari yang cerdas dan berkarakter, tanpa melupakan nilai-nilai budaya daerahnya. Penyusunan modul berangkat dari kebutuhan sekolah, termasuk perbedaan kemampuan membaca siswa dan keterbatasan bahan ajar.

Koordinator Tim 7 TEP Unair, Imam Gazi, menjelaskan materi dirancang dengan mempertimbangkan kondisi yang ditemukan di lapangan.

ADVERTISEMENT

"Materi disusun dekat dengan realitas kehidupan murid untuk menjawab ketimpangan lliterasilintas fase dan keterbatasan buku ajar," tutur Imam.

Materi modul mengangkat berbagai unsur kehidupan masyarakat setempat, mulai dari bahasa, cerita rakyat, permainan tradisional, pengetahuan lokal, kesenian, hingga adat dan kebiasaan sehari-hari. Misalnya, aktivitas keluarga di kebun atau makanan yang dikenal anak dapat menjadi titik awal untuk mengenalkan konsep pelajaran di sekolah.

Penyusunan modul juga melibatkan tenaga pendidik dan pemangku kepentingan melalui diskusi kelompok pada 29 September 2026. Masukan dari para peserta menjadi bahan untuk menyesuaikan materi dengan kebutuhan sekolah dan karakteristik siswa.

Upaya ini sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap pentingnya pendidikan berkualitas. Presiden Prabowo Subianto menegaskan pendidikan merupakan fondasi bagi kemajuan bangsa.

"Tidak mungkin kita menjadi negara sejahtera, tidak mungkin kita menjadi negara maju, kalau pendidikan kita tidak baik, pendidikan kita tidak berhasil," ujar Prabowo dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional pada Jum'at (2/5) tahun lalu.

Di Papua, perhatian terhadap akses dan kualitas pendidikan juga menjadi bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya kehadiran negara untuk memastikan anak-anak memperoleh kesempatan pendidikan.

"Pendidikan itu sangat mendasar. Ketika keluarga kurang mampu tidak memiliki kapasitas untuk menyekolahkan putra-putrinya, maka negara harus hadir, pemerintah hadir," ungkap AHY.

Sementara itu, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menekankan bahwa keberhasilan Tim Ekspedisi Patriot harus dilihat dari dampak nyata yang dihasilkan bagi masyarakat.

"Yang paling penting adalah seberapa besar dampak yang dihasilkan. Ukurannya bukan berapa banyak peserta yang kita kirim, tetapi perubahan nyata yang kita tinggalkan bagi masyarakat," pungkas Iftitah.

Tahap berikutnya, TEP Unair berencana menguji penggunaan modul dalam pembelajaran. Tim akan mengamati perkembangan kemampuan siswa dan menghimpun masukan guru sebagai bahan penyempurnaan. Melalui penyusunan dan pengujian modul ini, TEP Unair berharap dapat mendukung pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan anak serta memperkuat kemampuan literasi di kawasan transmigrasi Prafi.

Lihat juga Video: Gibran Kenakan Baju Adat Papua dalam Upacara di Istana Merdeka

(akd/akd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini