Proses evakuasi hingga pukul 01.00 WIB, Kamis (27/12/2007) masih berlangsung.
"Evakuasi sampai pagi ini masih berlanjut. Banyak warga yang menganggap genangan air ini bukanlah banjir dan akan cepat surutnya," kata Ketua Solo Emergency Rescue Unit (SERU), Sumartono Hadinoto kepada detikcom.
Menurut Sumartono, banjir kali ini merupakan yang terbesar sejak tahun 1966. "Sejak tahun 1966, Solo tidak pernah banjir besar lagi. Sehingga warga mengira banjir kali ini hanya sebentar saja sudah surut," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Warga ada yang minta dipindahin karena gelap, kan listrik mati. Tapi ada juga yang bertahan di rumah. Kita nggak bisa paksa," imbuh dia.
Untuk sementara, lanjut Sumartono, pengungsi dititipkan di rumah-rumah penduduk yang tidak terkena banjir. Sebab, posko-posko bantuan baru didirikan mulai Kamis pagi.
"Untuk pengungsi besok baru didirikan posko dari Pemkot dan Satlak. Sedangkan dapur umum dari TNI dan Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS)," jelasnya.
Hingga saat ini, kata Sumartono, belum tercatat adanya korban meninggal akibat banjir. "Yang jelas, puluhan korban di 3 wilayah itu sangat butuh bantuan," pungkasnya.
Tontonan Warga
Sumartono mengatakan, pada proses evakuasi pihaknya mendapat hambatan seperti banyaknya warga yang menonton korban banjir. Dan semakin malam, warga yang menonton banyak yang meninggalkan lokasi.
"Warga yang menonton banjir memenuhi jalan, kita jadi kesulitan memberikan bantuan ke korban. Jadi yang nonton lebih banyak dari pada yang ditonton," katanya.
Dia mengimbau agar warga bisa membantu dengan tidak berkumpul di jalan saat tim sedang bekerja. Selain itu pihaknya juga meminta bantuan polisi untuk menutup jalan saat evakuasi dilakukan.
(mly/irw)











































