Rabu pagi (26/12/2007), Gede Sukayasa (36), berada di rumah calon istrinya, Ni Komang Martini (25). Rumah tersebut terletak di Desa Banjar Tengah, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Bali.
Hujan deras mengguyur kawasan itu sejak Rabu dini hari. Kondisi ini menyebabkan tebing yang berada di belakang rumah Martini longsor dan menimpa keduanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tewasnya korban tidak diketahui para tetangga, karena rumah korban agak jauh 200 meter dari pemukiman warga. Rumah korban persis berada di bawah tebing," ujar Martini.
Jenazah Sukayasa telah dibawa pulang ke desa Kubutambahan, Buleleng. Sedangkan jenazah calon istrinya akan dimakamkan di desa setempat.
Peristiwa itu mengundang keprihatinan serius Pemkab Gianyar. Bupati Gianyar, Anak Agung Drata, meninjau ke lokasi.
Dia memberikan santunan Rp 3 juta dan berjanji membantu proses ngaben (bakar mayat). Dia pun mengimbau agar warga lebih waspada terhadap ancaman tanah longsor.
Sementara itu, akibat hujan deras yang mengguyur Bali sejak siang hingga sore ini, sejumlah jalan di Denpasar tergenang air setinggi setengah lutut orang dewasa.
Jalan yang tergenang antara lain di Jl Teuku Umar, Jl Sudirman, dan Jl Watu.
Air juga menggenangi Jl Dewi Sri dan Jl Uluwatu, Kuta. Air tersebut berasal dari luapan gorong-gorong di kawasan wisata itu.
Sebatang pohon juga dilaporkan tumbang dan menimpa sebuah kafe di Monkey Forest. Namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pohon tumbang juga terjadi di Jl Gatot Subroto, Denpasar. (irw/mly)











































