Amerika Serikat (AS) pernah dihantam badai dahsyat yang dikenal dengan badai Galveston. Badai yang terjadi pada 1900 ini meluluhlantakkan negara adidaya itu.
Dikutip dari laman Dinas Taman Nasional Amerika Serikat (National Park Service/NPS), badai Galveston 1900 adalah badai tropis diperkirakan kategori 4 yang menerjang Kota Galveston dan Pulau Galveston, Texas, pada 8 September 1900. Bencana ini tercatat sebagai bencana alam paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat (AS).
Badai pertama kali teramati di dekat koordinat 15°N 63°W pada 30 Agustus. Kemudian, pada 4 September, warga Galveston mengetahui pergerakan badai yang dilaporkan bergerak ke utara melintasi Kuba, namun informasi detail sangat terbatas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga akhirnya, pada 8 September gelombang air laut melonjak mendahului pusaran badai dan dengan cepat membanjiri Pulau Galveston. Jembatan yang menghubungkan pulau ke daratan utama runtuh sebelum banyak warga sempat mengevakuasi diri.
Angin kencang dan hantaman puing-puing meruntuhkan rumah-rumah hingga menghancurkan dua pertiga wilayah kota. Setelah menerjang Texas, badai melintasi Oklahoma dan Kansas, berbelok ke timur laut melintasi Great Lakes dan Kanada, hingga akhirnya menghilang di Samudra Atlantik Utara pada 12 September.
Tercatat, antara 6.000 hingga 8.000 orang tewas di dalam Kota Galveston. Total korban tewas di seluruh Pulau Galveston diperkirakan mencapai 10 ribu hingga 12 ribu jiwa.
Kerugian properti diperkirakan berkisar antara USD 20 juta hingga USD 30 juta saat itu. Sebanyak 2.636 rumah hancur total. Tak hanya itu, garis pantai Pulau Galveston mengalami erosi sepanjang 91 meter (300 kaki). Sebanyak 16 kapal yang berlabuh di pelabuhan mengalami kerusakan parah.
Diketahui bahwa banyaknya korban jiwa ini disebabkan oleh beberapa faktor. Badai menghasilkan gelombang pasang setinggi 4,8 meter (15,7 kaki). Padahal, titik tertinggi Pulau Galveston saat itu hanya setinggi 2,7 meter (8,7 kaki), sehingga hampir seluruh pulau terendam air.
Runtuhnya bangunan di tepi pantai menerbangkan pecahan batu bata, kayu, dan atap batu sabak (slate) yang berterbangan menghantam bangunan lain dan warga.
(rdp/imk)









































