Ini Sederet Agenda Sekjen PBB yang Kunjungi Indonesia

Ini Sederet Agenda Sekjen PBB yang Kunjungi Indonesia

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2026 13:52 WIB
Secretary General of the United Nations Antonio Guterres speaks during a press conference at the Japan National Press Club in Tokyo on May 20, 2026. (Photo by Kazuhiro NOGI / AFP)
Foto: Antonio Guterres (AFP/KAZUHIRO NOGI)
Jakarta -

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Ini sederet agenda António Guterres selama berada di Indonesia.

Berdasarkan catatan detikcom, Sabtu (17/10/2026), António Guterres akan berkunjung pada hari ini, 17 Oktober, hingga Senin, 19 Oktober 2026. Guterres rencananya akan memulai lawatannya dengan membahas kerja sama multilateral antara Indonesia dan PBB.

"Sabtu dini hari, Sekretaris Jenderal PBB akan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia. Dalam serangkaian pertemuannya, beliau akan membahas, antara lain, penguatan kerja sama antara Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam sistem multilateral," kata Wakil Juru Bicara untuk Sekjen PBB Farhan Haq dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, Guterres akan memberikan penghormatan terhadap komitmen jangka panjang Indonesia dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB. Ia juga diagendakan bertemu dengan prajurit Indonesia yang akan bertugas dalam misi perdamaian di Afrika Tengah.

ADVERTISEMENT

"Beliau akan mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, di mana beliau akan bertemu dengan personel Indonesia yang akan segera dikerahkan dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah, MINUSCA," jelasnya.

Agenda selanjutnya saat berada di Jakarta, Guterres akan menyampaikan pidato. Pidato yang disampaikan mengenai masa depan multilateralisme di Kementerian Luar Negeri.

"Sekretaris Jenderal juga akan meletakkan karangan bunga di tugu peringatan untuk menghormati pengorbanan luar biasa dari 50 personel penjaga perdamaian Indonesia yang gugur saat bertugas di bawah bendera PBB," imbuhnya.



(maa/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini