Rekaman video amatir memperlihatkan aksi kekerasan di Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor membuat geger. Seorang pria dicambuki hingga terguling-guling di lantai.
Video tersebut tersebar di media sosial. Dinarasikan aksi kekerasan tersebut terjadi di KPPG Bogor, Bogor Utara, Kota Bogor, pada Hari Rabu (14/10) sekitar pukul 15.00 WIB.
Dalam rekaman video tersebut terlihat ada beberapa orang pria di dalam ruangan dengan pintu jeruji besi. Di sisi lain, seorang pria tampak sedang mencambuki pria lain, namun tak ada seorang pun yang terlihat melerai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala KPPG Bogor Haidir menyebutkan kejadian tersebut melibatkan dua orang Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Keduanya bertugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwakarta.
Sebagai informasi, KPPG Bogor merupakan kantor induk yang membawahi KPPG di wilayah Kota/Kabupaten Bogor, Cianjur, Sukabumi, Depok, dan Purwakarta.
Badan Gizi Nasional (BGN) sendiri turun melakukan investigasi terkait kejadian tersebut. BGN mengancam akan menonaktifkan pelaku jika terbukti melanggar hukum.
Simak informasi selengkapnya yang dirangkum detikcom, Sabtu (17/10/2026).
Korban Dicambuk Selang Berkali-kali
Kasus penganiayaan yang terjadi di KPPG Bogor ini mencuat setelah rekaman video amatir menyebar di media sosial. Dalam video viral tersebut, tampak pria dengan posisi tiarap sedang dicambuk menggunakan alat diduga selang.
Cambukan tersebut tampak membuat korban menggeliat sambil meringis kesakitan. Disebutkan peristiwa tersebut terjadi di KPPG Bogor, Bogor Utara, Kota Bogor, pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Rekaman video memperlihatkan pelaku tampak beberapa kali mencambuk korban sambil terus memaki. Sejumlah orang tampak hanya menyaksikan dugaan kekerasan tersebut, bahkan seseorang di antaranya sengaja menutup pintu pagar dan menguncinya.
Polisi Turun Tangan Menyelidiki
Kapolsek Bogor Utara Kompol Enjo Sutarjo mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi perihal kejadian tersebut. Kendati demikian, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta kejadiannya.
"Ya kita akan memastikan kejadian itu benar ada atau tidak, itu yang pertama. Kemudian kami juga akan mencari sesuai dengan alamat, kita mendatangi KPPG untuk menanyakan kebenarannya," kata Kompol Enjo Sutarjo ketika dimintai konfirmasi, Kamis (15/10).
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Bogor Kota Ipda Imam mengatakan peristiwa tersebut melibatkan dua orang SPPI dari SPPG Purwakarta. Korban adalah pria inisial RAN yang merupakan Kepala SPPG Purwakarta, sedangkan pelaku inisial GD merupakan Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Purwakarta.
"Diduga pelaku penganiayaan adalah Kordinator Wilayah Purwakarta inisial GD dan korban adalah salah satu Kepala SPPG Purwakarta inisial RAN," kata Imam kepada wartawan, Jumat (16/10).
Duduk Perkara Versi KPPG Bogor
KPPG Bogor buka suara terkait kejadian tersebut. Pihak KPPG Bogor menyampaikan akan meminta klarifikasi kepada dua orang SPPI yang terlibat dalam kejadian tersebut.
"Kami belum mendapatkan kejelasan apakah perselisihan itu pribadi, yang memang terjadi sebelum datang ke kantor atau kesalahpahaman atau perselisihan setelah mereka ada di kantor. Nah, saya perlu dalamin lagi, ya apakah ini masalahnya masalah terkait pribadi saja atau memang hubungan pekerjaan," kata Kepala KPPG Bogor, Haidir, Jumat (16/10).
Haidir mengatakan saat kejadian, para pimpinan KPPG, Kasubbag TU, dan Korwil Kota Bogor termasuk dirinya ada di kantor tersebut. Namun, para pejabat KPPG tersebut sedang mengurusi hal lain.
Ia mengaku sempat melerai dan memanggil keduanya. Ia juga menegaskan pihaknya tak memberikan toleransi terhadap aksi kekerasan.
"Kemudian, kami melerai mereka dan kami langsung memanggil ke dalam ruangan dan memberi teguran keras kepada keduanya dan menyampaikan bahwa segala bentuk kekerasan tidak dibenarkan di mana pun, termasuk di kantor KPPG," imbuhnya.
Korban dan Pelaku Disebut Telah Berdamai
Haidir menyebut kedua pihak sudah berdamai dan kembali ke Purwakarta tak lama setelah kejadian. Adapun yang diduga melakukan penganiayaan dengan cambukan adalah Kordinator Wilayah Purwakarta dan korban merupakan salah satu Kepala SPPG Purwakarta.
"Sebenarnya, setelah kejadian itu, kedua SPPI tersebut sudah berdamai dan kemudian mereka sama-sama kembali lagi ke Purwakarta," kata Haidir.
KPPG Bogor Siapkan Sanksi Tegas
Haidir mengaku pihaknya telah memberikan teguran keras kepada kedua SPPI tersebut. Ia menegaskan pihaknya tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk kekerasan.
Sebagai upaya langkah tegas, Haidir mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BGN untuk memberikan sanksi terhadap pelaku.
"Kedua, kami juga berkoordinasi dengan pimpinan kami di Jakarta (Kepala BGN) untuk mendapatkan arahan, seperti apa nanti mungkin punishment yang akan diberikan," sambung Haidir.
Haidir menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat atas kejadian viral tersebut. Menurutnya hal ini menjadi pembelajaran agar lebih baik ke depannya.
"Kemudian yang kedua kami memohon maaf kepada pimpinan dan juga kepada rakyat Indonesia pada umumnya atas kegaduhan yang terjadi. Ini sungguh-sungguh akan menjadi pembelajaran bagi kami ke depan," imbihnya.
BGN Lakukan Investigasi
Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan investigasi terkait kejadian tersebut. BGN menerjunkan tim khusus untuk menginvestigasi kejadian tersebut.
"Saat ini tim kami tengah turun ke lapangan untuk investigasi," kata Juru Bicara BGN, Tysa Novenny saat dimintai konfirmasi, Jumat (16/10).
Tysa mengatakan, jika hasil investigasi menemukan adanya pelanggaran hukum, pihak terkait terancam penonaktifan dari jabatannya. BGN, lanjut dia, juga menunggu penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian.
"Namun, jika dari hasil proses hukum ditemukan adanya pelanggaran hukum, maka yang terbukti melanggar hukum akan dinonaktifan dari jabatannya. Kasus tengah ditangani Polres Bogor," ucap dia.
Lihat Video 'Viral Pria Dicambuk Pakai Selang di KPPG Bogor':










































