Bencana alam yang menimpa warga itu diungkapkan Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Wonogiri, Suwarjo, saat dihubungi detikcom, Rabu (26/12/2007).
"Total jumlah korban sampai sore ini 17 orang. 13 Korban lainnya masih dalam pencarian," kata Warjo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wilayah-wilayah yang terkena longsor dan banjir itu adalah Tirtomoyo, Ngadirojo, Girimarto, Jatiroto, Kismantoro, Wonogiri Kota, Selogiri, Wuryantoro, Manyaran, Pracimantoro, Eromoko, dan Giritontro.
"Penyebab longsor dan banjir ini adalah curah hujan yang besar sejak Selasa hingga Rabu pagi," katanya.
Selain tanah longsor di Tirtomoyo, kata dia, puluhan rumah juga tersapu arus anak sungai Bengawan Solo yang meluap. Di Desa Karangturi, Tirtomoyo, sebanyak 70 rumah di tepian sungai rusak diterjang banjir. Dari jumlah itu, sebanyak 20 rumah mengalami rusak parah.
Sementara di Kecamatan Sidoharjo, sebanyak 15 rumah hanyut dan 70 lainnya tidak bisa ditinggali lagi.
"Sampai sekarang kami masih melakukan pendataan dan ada kemungkinan akan terus bertambah," kata dia.
Sementara itu Kepala Bagian Humas Kabupaten Wonogiri Teguh Setyono menambahkan, sampai sekarang Tim Satlak Penanggulangan Bencana Wonogiri masih melakukan pendataan. Proses evakuasi juga masih berlangsung karena medan yang sulit dan beberapa ruas jalan ada yang terputus.
"Jalan, jembatan dan rumah banyak yang rusak. Data kerugian material belum bisa terhitung. Selain itu banyak akses jalan ke arah timur yang terputus," kata Teguh. (bgs/umi)











































