"Kami tidak bisa melihat itu kapal perang Indonesia atau Malaysia, karena gelap. Karena kami pikir itu kapal Malaysia, maka kami berupaya melarikan diri," kata Ilham, 55 tahun, nakhoda KM Sumber Baru kepada wartawan Rabu (26/12/2007), di rumahnya Jl. Yong Panah Hijau, Gg Arridho, Medan Labuhan, Medan.
Dalam upaya melarikan diri tersebut, ABK mendengar suara tembakan. Bagian kamar mesin diminta untuk mempercepat laju kapal, sementara yang lain diminta untuk mengecek apakah ada ABK yang tertembak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Ilham yang juga sering dipanggil Ilis, membantah pihaknya membuang tiga buah kotak yang mencurigakan ke laut, saat bertemu KRI Celukan Bawang, seperti yang dikatakan pihak TNI Angkatan Laut.
"Kami tidak ada membuang kotak apa-apa ke laut. Tidak ada itu. Saat bertemu kapal perang itu, kami sedang menjaring ikan. Kami memang biasa mencari ikan di situ. Kami tak yakin itu perairan Indonesia atau Malaysia. Makanya begitu ada kapal besar datang, kami lari karena takut itu kapal Malaysia," kata Ilham.
(rul/djo)











































