Di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sedikitnya 64 orang tewas akibat tanah longsor. Bencana tersebut menghantam 7 kecamatan, yakni Kecamatan Kerjo, Kecamatan Gondangrejo, Kecamatan Tawangmangu, Kecamatan Jumapolo, Kecamatan Ngargoyoso, Kecamatan Karangpandan dan Kecamatan Kebak Keramat.
Hingga pukul 17.00 WIB, Rabu (26/12/2007) evakuasi terhadap para korban masih terus dilakukan. Berbagai bantuan, baik tim evakuasi yang terdiri dari anggota SAR, TNI serta Polri dikirim ke lokasi kejadian. Sejumlah alat berat juga terus diupayakan.
Hujan deras di kabupaten ini juga menyebabkan sejumlah tempat tergenang air. Bahkan sebuah jembatan ambrol. Naasnya, saat itu melintas sebuah truk. Kendaraan besar itu pun terjungkal. Dua orang penumpangnya tewas.
Di Kabupaten Wonogiri, sebanyak 17 orang juga terkubur hidup-hidup oleh tanah longsor saat terlelap dalam tidurnya. Di kabupaten ini tanah longsor memporak-porandakan dua desa, yakni Desa Paga dan Desa Sidomulya di Kecamatan Tirtomoyo.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 4 orang korban berhasil dievakuasi. Namun dari keempat korban itu, hanya 1 orang yang masih hidup. Beratnya medan dan cuaca yang buruk membuat proses evakuasi serta pencarian korban berjalan tertatih-tatih.
Di Solo, banjir merendam ratusan rumah dengan ketinggian mencapai 1,5 meter. Bahkan di tempat tertentu, seperti di kawasan Semanggi Kecamatan Pasarkliwon. Di wilayah yang terletak di tepiย Bengawan Solo ini ketinggian air mencapai 3 meter. Banyak rumah penduduk yang hanya terlihat atapnya saja.
Banjir juga meluluhlantakkan sejumlah daerah di Jawa Timur. Di Madiun, jembatan Jati di Desa Jati, Kecamatan Kebonsari sekitar pukul 14.30 ambrol dihantam air. Puluhan orang diduga hanyut terbawa air dalam peristiwa itu.
Seorang saksi mata mengaku melihat sebuah mobil Isuzu Panther yang sarat penumpang hanyut. Sejumlah sepeda motor dan truk juga mengalami nasib serupa. Aparat kepolisian masih terus melakukan pencarian para korban.
Hujan deras yang menyebabkan banjir juga terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Di Padang, Sumatera Barat, ratusan rumah juga terendam air dengan ketinggian di atas 1 meter. Banjir di Padang ini menyebabkan sedikitnya 3 orang tewas.
Selain itu, di KM 65, Silaing, Padang Panjang, hujan lebat juga mengakibatkan dinding bukit depan Tugu Silaiang mengalami longsor. Akibatnya, ruas jalan di kawasan itu hanya dapat dilalui satu jalur kendaraan karena material tanah dan bebatuan masih menutupi sebagian badan jalan lainnya.
Semua bencana ini terjadi saat warga Aceh memperingati bencana dahsyat. Pada hari ini, 3 tahun yang lalu, ratusan ribu warga Aceh tewas disapu gelombang tsunami yang datang menyusul gempa hampir 9,0 skala richter.
(djo/nrl)











































