Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mendatangi Buras Efek Indonesia (BEI) di Jakarta Pusat pasca-pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membuka ruang menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market. Dasco mendatangi BEI sebagai fungsi pengawasan pimpinan Dewan terhadap pasar saham di Indonesia.
Dasco mendatangi Buras Efek Indonesia di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/202), bersama dengan Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi; Menteri Investasi sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani; hingga Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.
"Selaku Dewan Perwakilan Rakyat, kami kemudian bertugas sebagai fungsi pengawasan," kata Dasco.
Dasco mengatakan DPR selama ini sudah memantau sejumlah peristiwa dan kabar yang terjadi di pasar saham Indonesia. Dasco sudah meminta BEI melakukan perbaikan dan mengakomodasi masukan dari berbagai lembaga.
"Kami mengawasi kejadian-kejadian yang selama ini ada di bursa dan dalam peristiwa-peristiwa yang kemudian kami memonitor serta meminta kepada bursa untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan dalam rangka juga mengakomodir pendapat-pendapat dari lembaga-lembaga yang rating internasional," ujar Dasco.
Pengumuman MSCI, kata Dasco, termasuk yang harus didengar dan diterima oleh BEI untuk perbaikan. Namun, kata Dasco, pengumuman dari MSCI ini terbit lebih dahulu yang diperkirakan.
Simak Video "Video: MSCI Ancam IHSG Turun Status jadi Standalone Market"
(rfs/imk)