Pria Mengaku Kapolwiltabes Bandung Minta Duit ke Royal Game

Pria Mengaku Kapolwiltabes Bandung Minta Duit ke Royal Game

- detikNews
Rabu, 26 Des 2007 15:57 WIB
Bandung - Seorang pria meminta sejumlah uang kepada pengelola royal game. Pria itu mengaku sebagai Kapolwiltabes Bandung Kombespol Bambang Suparsono.

Telepon itu diterima Dedi ketika sedang menerima kedatangan sejumlah wartawan di Sekretariat Asosiasi Pengusaha Permainan Ketangkasan (APPK), Jl Terusan Pasirkoja, Bandung, Jawa Barat. Awalnya telepon berasal dari seorang laki-laki yang mengaku bernama Bripda Sulaeman dari Polwiltabes Bandung menelepon.

"Saya Bripda Sulaeman. Tolong anda menelepon Pak Kapolwiltabes Bandung di nomor 0816922158," ujarnya pria tersebut. Tedi kemudian menggunakan fasilitas speaker up pada HP-nya hingga percakapannya dengan pria tersebut terdengar jelas.

Dedi pun kemudian menghubungi no telepon yang disebutkan pria tersebut. Terdengar suara laki-laki dari seberang telepon menjawab. Pria itu mengaku sebagai Kapolwiltabes Bandung Kombes Bambang Suparsono.

"Halo ini siapa? Oh ya, saya memang meminta anda menelepon saya," ujar suara laki-laki itu.

Pria itu kemudian mengatakan sore ini akan ada pertemuan di Mapolwiltabes Bandung antara jajaran Polda Jawa Barat serta Mabes Polri. Dia meminta agar Dedi datang ke Mapolwiltabes.

"Yang punya royal game itu siapa? Pak Dedi atau siapa? Oh Pak Johan. Saya minta Pak Dedi dan Pak Johan nanti sore datang ke Polres eh Polwil. Mengenai izin, bukannya saya tidak mau kasih, tapi ada desakan dari Polda agar tidak dikeluarkan izin," ujarnya.

Pria tersebut kemudian mengatakan ingin berbicara dengan Johan. Dedi pun kemudian menyerahkan HP-nya kepada sekretaris APPK yang bernama Jimmy yang dimintanya mengaku sebagai Johan.

Kepada Jimmy, pria tersebut kembali berbicara soal pertemuan di Mapolwiltabes antara jajaran Polda Jawa Barat dan Mabes Polri. Setelah panjang lebar berbicara, pria yang belum diketahui identitasnya itu meminta bantuan dana.

"Hem, sebelum itu. Maaf nih, saya perlu bantuan dana. Karena kita sedang kurang dana. Bagaimana bisa?" ujarnya.

"Dia meminta uang Rp 50 juta. Gila orang ini," ujar Jimmy sambil menutup telepon.

Menurut Dedi,Β  dirinya telah tiga kali menerima telepon dari orang yang mengaku sebagai Kapolwiltabes Bandung. "Nomor dan suaranya berbeda-beda. Saya tahu, ini bukan nomor Kapolwil. Memangnya kita bisa tertipu," cetus Dedi.

Kapolwiltabes Bandung Kombespol Bambang Suparsono saat dikonfirmasi membantah hal tersebut. Dia menegaskan tidak pernah melakukan hal tercela itu. "Tidak ada anak buah saya bernama Bripda Sulaeman. Saya tidak tahu itu," ujarnya.

Bambang meminta agar masyarakat waspada jika mendapati modus penipuan seperti itu. "Sebetulnya masyarakat tidak perlu percaya. Itu bukan nomor saya, nomor saya kan ini yang anda telepon," pungkasnya. (ern/djo)


Berita Terkait