Presiden Prabowo Subianto melantik Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Manggrove Nasional (BPGMN). Komisi IV DPR berharap lembaga baru itu dapat memaksimalkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman mengatakan pembentukan badan tersebut diharapkan dapat meningkatkan upaya pengelolaan dan restorasi gambut yang sebelumnya telah dilakukan.
"Faktanya bahwa Badan Restorasi Gambut berhasil dalam melakukan restorasi gambut. Harapan kami tentu badan baru ini bisa lebih sempurna lagi dalam mengelola gambut," kata Alex kepada wartawan, Jumat (16/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alex mengatakan Komisi IV DPR akan mendalami target dan langkah kerja BPGMN dalam rapat setelah masa reses berakhir. Dia mengatakan pembahasan itu diperlukan untuk mengetahui sasaran yang ingin dicapai.
"Saat ini DPR sedang reses, saat pembukaan masa sidang akan kami agendakan rapat untuk mendalami target dan upaya untuk mencapainya dari badan tersebut," ujarnya.
"Kita akan minta laporan lengkap tupoksi serta target badan baru tersebut saat rapat nanti," sambungnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan menyambut pembentukan kembali lembaga yang menangani pengelolaan gambut tersebut. Dia berharap BPGMN segera bekerja, terutama untuk memaksimalkan pemadaman kebakaran di lahan gambut.
"Alhamdulillah terima kasih dan lega karena lembaga yang begitu penting akhirnya terbentuk kembali, dan selamat kepada Bapak Satyawan Pudyatmoko yang baru dilantik sebagai Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Manggrove Nasional (BPGMN) dan bisa segera bergerak memaksimalkan upaya pemadaman di lahan gambut," ujar Daniel Johan.
Politikus PKB ini menilai pemadaman kebakaran gambut membutuhkan strategi khusus dan tak cukup hanya mengandalkan metode seperti water bombing. Menurutnya, air perlu disalurkan langsung ke lahan gambut yang terbakar agar api dan bara dapat dipadamkan secara menyeluruh.
"Strateginya harus lebih ekstra dan tidak bisa dengan cara-cara biasa seperti water bombing saja. Gambut harus dibasahi dengan menyuntikkan air langsung ke lahan-lahan yang terbakar," ujarnya.
"Biayanya tentu besar, tetapi demi meminimalkan asap, langkah ini harus dilakukan dalam jangka pendek sampai api dan bara padam total," sambung dia.
Dia juga mengingatkan potensi El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2027 dapat menambah tantangan dalam penanganan kebakaran lahan. Sebab itu, upaya pemadaman perlu dibarengi dengan pemulihan ekosistem gambut untuk mencegah kebakaran berulang.
"PR (pekerjaan rumah) besarnya adalah memulihkan kembali ekosistem gambut yang sudah rusak, segera pulihkan 70 persen sekat kanal yang rusak dan 60 persen lahan gambut yang saat ini mengering di bawah batas aman," katanya.
Anggota Badan Legislatif DPR ini mengatakan upaya pemulihan harus melibatkan masyarakat. Hal itu, kata dia, agar gambut dijaga dengan baik berdasarkan pendekatan ekonomi dan lingkungan.
"BPGMN tidak cukup bekerja biasa-biasa saja, tetapi menunjukkan hasil optimal. Targetnya, untuk jangka pendek kebakaran lahan gambut padam total, dan untuk jangka panjang tidak ada lagi kebakaran di lahan gambut," tuturnya.
Terkait kewenangan dan struktur kelembagaan BPGMN, Daniel mengatakan pihaknya belum dapat memberikan penilaian. Sebab, kata dia, pihaknya belum membaca Keputusan Presiden (Keppres) yang menjadi dasar pembentukan badan tersebut.
"Soal Keppres. Terus terang kami belum membaca dan belum mengetahui isi Keppres tentang BPGMN ini, sehingga belum bisa berkomentar mengenai kewenangan maupun struktur kelembagaannya, harapannya bisa menjawab hal urgent di atas," pungkasnya.
Sebelumnya, Satyawan Pudyatmoko dilantik sebagai Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Manggrove Nasional (BPGMN). Selain itu, Mayjen Sriyanto juga dilantik sebagai wakilnya.
Pelantikan itu digelar di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10) siang. Pelantikan itu didasari pada Keppres Nomor 43M Tahun 2026 tentang Badan Pengelolaan Gambut dan Magrove Nasional.
Simak Video '7 Jam Petugas Padamkan Api Karhutla di Polman':
(amw/eva)









































