Pramono Singgung Ego Pemimpin: Begitu Jadi, Penginnya Dilihat

Pramono Singgung Ego Pemimpin: Begitu Jadi, Penginnya Dilihat

Brigitta Belia Permata Sari - detikNews
Jumat, 16 Okt 2026 01:17 WIB
Pramono saat memberikan kuliah umum sekaligus meresmikan gedung Universitas Ciputra Jakarta (Brigitta Belia/detikcom)
Foto: Pramono saat memberikan kuliah umum sekaligus meresmikan gedung Universitas Ciputra Jakarta (Brigitta Belia/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sempat berbicara mengenai tantangan membangun Jakarta. Dia membahas ego pemimpin.

Hal itu disampaikan Pramono saat memberikan kuliah umum sekaligus meresmikan gedung Universitas Ciputra Jakarta di kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat, Kamis (15/10/2026). Pramono awalnya bercerita mengenai upayanya membangun Jakarta melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pengusaha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pembangunan Ibu Kota membutuhkan kepercayaan dan kemauan untuk bekerja sama tanpa mengedepankan kepentingan pribadi. Dia kemudian menyinggung persoalan ego yang dinilainya menjadi salah satu masalah dalam kepemimpinan.

"Salah satu problem bangsa ini, egonya kegedean. Terutama pemimpinnya. Begitu jadi pemimpin, maunya cuma dirinya sendiri yang pengin dilihat," kata Pramono.

ADVERTISEMENT

Pramono mengatakan dirinya berusaha tidak lagi mempersoalkan serangan yang datang selama menjalankan tugas sebagai gubernur. Dia menegaskan hal terpenting baginya adalah bekerja untuk Jakarta.

"Kalau saya, mungkin udah nggak punya ego, jadi saya nyantai aja. Diserang juga oke, nggak diserang juga nggak apa-apa," ujarnya.

Pramono kemudian berseloroh bahwa dirinya juga sudah lama menghadapi berbagai dinamika dalam menjalankan pekerjaan di dunia pemerintahan.

"Tetapi memang Jakarta ini lucu. Apa, suhunya banyak banget, pesilatnya banyak banget. Untung saya ini pesilat lama juga," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Pramono juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan atau trust dalam pemerintahan. Dia mencontohkan penerapan transparansi dalam proses perizinan, termasuk terkait Koefisien Lantai Bangunan (KLB).

Pramono menyebut telah menerbitkan Pergub Nomor 11 Tahun 2026 untuk membuat proses perizinan tersebut lebih transparan dan mengurangi ruang bagi praktik yang tidak semestinya.

"Saya sebenarnya memotong tangan saya sendiri, saya memotong kewenangan saya sendiri," tuturnya.

Menurut Pramono, kepercayaan menjadi modal penting agar pemerintah dan pihak swasta dapat bekerja sama membangun Jakarta. Dia juga berharap hubungan antara pemerintah dan pengusaha dapat berlangsung secara setara tanpa adanya hambatan yang tidak perlu.

(bel/maa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini