SBY Lebih Baik Pertahankan Jimly Cs Ketimbang Plot Yusril

SBY Lebih Baik Pertahankan Jimly Cs Ketimbang Plot Yusril

- detikNews
Rabu, 26 Des 2007 14:42 WIB
Jakarta - Kinerja Mahkamah Konstitusi (MK) di bawah pimpinan Jimly Asshiddiqie dinilai sangat optimal. SBY lebih baik mempertahankannya ketimbang merekrut Yusril Ihza Mahendra menjadi ketua MK.

"Kalau kinerja orang-orang di komisi itu bagus, kenapa tidak dipertahankan. Menurut saya, terlepas dari kritikan MK, apa yang dilakukan MK saat ini sudah sangat optimal," kata Direktur Lingkar Madani (LIMA) Indonesia Ray Rangkuti di sela-sela refleksi akhir tahun di JMC, Jl. Kebon Sirih Raya, Jakarta Pusat, Rabu (26/12/2007).

Menurut Ray, perekrutan Yusril dinilai bentuk dari kompromi politik SBY terhadap lembaga komisi negara. Padahal kompromi politik ini seharusnya tidak masuk pada lembaga-lembaga peradilan konstitusi, seperti MK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau betul Yusril diplot untuk menjadi ketua MK, akan sangat jelas ada upaya pemerintah menguasai lembaga komisi dan konstitusi. Tujuannya untuk pemenangan 2009. Apalagi dia (Yusril) adalah salah seorang dewan pengurus partai politik," ujarnya.

Dikatakan Ray, ada 2 gejala SBY ingin melanggengkan kekuasaan di tahun 2009. Pertama, institusi negara ini direkayasa untuk meredam upaya pemberantasan korupsi.

"Itu terlihat dari kasus tragis KPK dan KPU. Jika benar terhadap MK demikian upaya ini semakin jelas. Apalagi yang bersangkutan (Yusril) terganjal korupsi pengadaan alat AFIS di Depkum HAM," kata Ray.

Kedua, lanjut dia, institusi negara kembali dikuasai partai politik karena setelah 5 tahun awalnya institusi negara tidak dikuasai partai politik tetapi justru menjadi power dan mengancam partai politik.

"Mereka terkejut, makanya mereka ingin menguasai kembali institusi independen ini," cetus dia.

Ray berpendapat hakim konstitusi seharusnya adalah orang independen, dan bukan orang politik. (aan/asy)



Berita Terkait