Informasi yang diperoleh detikcom dari Siskohat PPIH di Arab Saudi, data yang tercatat hingga Rabu (26/12) pukul 10.00 WAS, 219 jamaah meninggal dunia semenjak kedatangan pertama jamaah haji tahun 1428 H ini.
Lokasi meninggalnya jamaah terbanyak terjadi di Makkah yang mencapai 156 orang, disusul di Padang Mina 25 orang, Madinah 20 orang, Padang Arafah 11 orang, Jeddah 6 orang dan meninggal di perjalanan satu orang.
Jamaah asal embarkasi Solo menempati angka kematian terbanyak yaitu 48 orang, disusul embakarsi Surabaya 46 orang, embarkasi Bekasi 35 orang, embarkasi Jakarta 19 orang dan disusul embarkasi lainnya. Sedangkan untuk jamaah haji khusus atau ONH plus tercatat 13 jamaah orang yang meninggal di Arab Saudi.
Angka kematian jamaah tersebut melonjak pasca ritual di Arafah dan Mina. Beberapa saat menjelang wukuf di Arafah dimulai pada tanggal 18 Desember lalu, masih tercatat 99 orang yang meninggal. Angka itu sudah termasuk 6 orang yang meninggal di Arafah sebelum proses wukuf dimulai.
Menyikapi peningkatan tajam angka kematian itu, Meteri Agama M Maftuh Basyuni mengimbau kepada jamaah untuk tidak mendahulukan ibadah yang hukumnya sunah, namun justru mengesampingkan kesehatan masing-masing yang hukumnya wajib.
Menurut dia, peribadatan berupa i'tikaf, umrah sunat, ziarah dan sebagainya adalah ibadah yang hukumnya sunah. Karenanya jamaah tidak memaksakan diri untuk melakukannya jika kondisinya tidak memungkinkan, apalagi saat ini Arab Saudi memasuki musim dingin yang cukup ekstrim.
"Petugas-petugas PPIH harus menertibkan KBIH atau kelompok-kelompok semacamnya yang melaksanakan program-program ziarah yang menyita banyak tenaga jamaah. Demi kemaslahatan jamaah, kalau perlu tindak tegas KBIH yang tetap mengajak jamaah melakukan ibadah sunah secara berlebihan," ujar Maftuh. (mbr/asy)











































