Faisal menilai rezim SBY-JK sebagai perpanjangan Orde Baru alias Orde Baru Jilid II.
"Ini Orde Baru Jilid II, jadi BLBI ini tidak akan kelar," cetus Faisal dalam diskusi Quo Vadis BLBI di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jl Salemba Raya, Rabu (26/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ginanjar Kartasasmita, ketua DPD, adalah menteri perekonomian yang bertanggung jawab saat krisis dulu. Ketua DPR Agung Laksono juga Golkar," imbuh Faisal dengan berapi-api dalam acara yang digelar Humanika itu.
Dengan demikian, Faisal skeptis kasus BLBI yang merugikan negara Rp 680 triliun akan selesai di rezim SBY-JK. Faisal menekankan perlunya transisi kepemimpinan ke figur-figur yang lebih baik.
"BLBI baru tuntas jika rezim sekarang digantikan oleh yang reformis, sehingga berkepentingan mengusut BLBI," cetus Faisal.
Diskusi ini juga menghadirkan anggota DPR Ade Daud Nasution, Wakil Ketua KPK Bibit Rianto Samad, dan anggota DPD Marwan Batubara. Faisal merupakan pembicara pertama yang menampilkan presentasinya. (aba/umi)











































