Panglima TNI Diminta Tangkap Penembak Nelayan

Panglima TNI Diminta Tangkap Penembak Nelayan

- detikNews
Rabu, 26 Des 2007 13:40 WIB
Jakarta - Penembakan terhadap nelayan KM Sumber Baru oleh personel TNI Angkatan Laut dianggap sebagai bukti tidak adanya perubahan dalam internal TNI. Panglima TNI diminta menindak tegas prajurit yang menembak dan meminta pertanggungjawaban komandan kesatuan bersangkutan.

"Ini gila! TNI, khususnya TNI AL, tidak ada habisnya-habisnya menyakiti rakyat sendiri," cetus Ketua FKB DPR Effendi Choirie pada detikcom, Rabu (26/12/2007).

Senjata yang dibeli dengan uang rakyat, imbuh dia, malah digunakan untuk membunuh rakyat. "Panglima jangan tinggal diam. Tindak tegas prajurit dan komandan yang memerintahkan penembakan itu," katanya.
Β 
Menurut Gus Choi, TNI menunjukkan ambiguitasnya. Saat menghadapi para nelayan dan kapal-kapal asing yang memasuki wilayah perairan Indonesia, mereka tidak berani berbuat
apa-apa. Tetapi pada rakyat sendiri yang tidak melanggar justru main tembak sampai ada yang terbunuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau menghadapi nelayan dan kapal-kapal asing yang memasuki perairan Indonesia malah takut. Tapi dengan nelayan sendiri main tembak. Ini tidak ada bedanya dengan TNI zaman Orba. Harusnya tentara hasil reformasi itu melindungi rakyatnya," tuturnya.

Anggota Komisi I dari FPG Yuddy Chrisnandi meminta prajurit yang menembak nelayan ditangkap dan diproses hukum. Selain itu, TNI AL juga harus menanggung biaya yang diderita para korban.

"Tangkap dan proses hukum segera prajurit yang melakukan penembakan. Komandan kesatuan harus bertanggung jawab terhadap kerugian yang diderita korban," pintanya.

Akibat penembakan yang dilakukan personel TNI AL terhadap nelayan KM Sumber Baru, satu orang dipastikan tewas dan empat orang lainnya mengalami luka-luka. (yid/umi)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads