Di musim haji mendatang, Depkes diminta meningkatkan pemeriksaan calon jamaah agar yang berangkat hanya benar-benar orang yang waras.
"Depkes harusnya ketat memeriksa calon jamaah, jangan diserahkan pada Puskesmas. Ke depan harus ada rumah sakit khusus di tingkat kabupaten yang memeriksa kesehatan
jamaah," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR Said Abdullah pada detikcom, Rabu (26/12/2007)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Pelayanan kesehatan terhadap jamaah kali ini dinilai paling buruk. Padahal Depkes sudah diberi kewenangan mengurus kesehatan jamaah dengan anggaran yang cukup besar, Rp 134 miliar.
"Kacau sekali Depkes itu. Anggaran sudah dinaikan dari Rp 64 miliar tahun lalu menjadi Rp 134 miliar, kok pelayanannya kacau. Untuk memeriksa orang saja banyak yang lolos. Masak orang hamil lolos, orang sakit jiwa lolos. Apa kerjanya Depkes," protes Said.
Said juga menyoroti realisasi anggaran yang diberikan kepada Depkes karena fasilitas kesehatan Depkes masih menggunakan fasilitas kesehatan milik Depag.
"Poliklinik Depkes masih memakai wisma haji, harusnya menyewa sendiri yang lebih layak. Peralatan kesehatan juga memakai milik Depag," cetusnya.
(yid/umi)











































