Korban Rob Muara Baru Antre Obat Kulit dan Pencernaan

Korban Rob Muara Baru Antre Obat Kulit dan Pencernaan

- detikNews
Rabu, 26 Des 2007 12:53 WIB
Jakarta - Puluhan warga Muara Baru korban air pasang laut (rob) silih berganti memeriksakan diri ke pos Palang Merah Indonesia (PMI). Mereka banyak yang terkena penyakit kulit dan gangguan pencernaan.

Pantauan detikcom di posko kesehatan PMI yang terletak di pelataran pabrik baja, Jl Muara Baru, Jakarta Utara, Rabu (26/12/2007) pukul 11.00 WIB.

Antrean warga untuk mendapatkan obat mengular hingga 10-15 meter. Warga kebanyakan ibu-ibu dengan menggendong anaknya yang masih kecil, sebelumnya didiagnosa dan diperiksa tensi darahnya oleh 2 dokter di posko.

"Bu, saya gatel-gatel kaki saya. Nggak tahan, ada obatnya nggak?" kata warga korban rob, Maunah (60), kepada dokter.

Maunah mengaku mulai terserang gatal-gatal, lantaran rumahnya ikut terendam dan tiap hari harus hilir mudik di tengah air rob yang sangat kotor dan bau.

Pantauan detikcom, kebanyakan warga mengeluhkan penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan diare. Hal itu juga dikatakan dokter posko, dr Dewi.

"Secara kualitatif kebanyakan terkena penyakit kulit dan gangguan pencernaan karena sistem sanitasi yang buruk, juga dehidrasi karena orang susah dapat air bersih," kata dr Dewi.

Sementara itu, sekitar 50 warga berteriak-teriak di pintu posko karena mengaku belum mendapatkan jatah pengobatan dengan sistem kupon itu. Mereka mengaku belum didaftar dan diberi kupon padahal telah berhari-hari terkena penyakit kulit.

"Kami yang kena banjir malah nggak dikasih. Yang nggak dapet (banjir) malah dikasih," ujar Santi (23), warga RT 17/RW 16 Muara Baru yang terkena banjir paling parah.

"Pulang-pulang... Obatnya sudah habis, besok lagi," ujar salah satu petugas PMI.

"Huuu..!Huuu..!" teriak warga.

Tepat pukul 12.30 WIB, antrean warga membubarkan diri karena obat habis. (nwk/nrl)


Berita Terkait