2 Tahun Prabowo-Gibran, Pengamat Sebut Kinerja Mentan Amran Terbaik

2 Tahun Prabowo-Gibran, Pengamat Sebut Kinerja Mentan Amran Terbaik

Annisa Sekar Melati - detikNews
Rabu, 14 Okt 2026 18:36 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman
Foto: Kementan
Jakarta -

Menjelang dua tahun usia pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, kinerja Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menuai sorotan positif. Ia dinilai sebagai menteri dengan kinerja terbaik oleh pakar komunikasi politik, Emrus Sihombing.

Dalam evaluasinya terhadap kabinet, Emrus menilai Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai satu-satunya kementerian yang menunjukkan kinerja menonjol.

"Menteri yang bagus kinerjanya belum tampak, kecuali Kementerian Pertanian. Karena itu, satu-satunya kementerian yang bagus kinerjanya hanya Kementerian/Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman)," ujar Emrus dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Emrus, evaluasi kinerja kementerian dan lembaga harus selalu bertumpu pada capaian konkret. Institusi pemerintah dituntut harus mampu menjawab kebutuhan publik secara nyata agar programnya memberikan hasil.

ADVERTISEMENT

Pengakuan senada juga datang dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS). Mentan Amran menduduki peringkat teratas sebagai menteri berkinerja terbaik pada Rapor 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran yang dirilis 12 Oktober 2026 lalu.

Dalam survei yang melibatkan 994 responden tersebut, Mentan Amran sukses memperoleh skor 140.

Penilaian ini tak lepas dari peran strategis Kementan dalam menjaga produksi pangan dalam negeri. Di bawah komando Amran, swasembada pangan berhasil dicapai hanya dalam waktu satu tahun, melampaui target awal empat tahun.

Keberhasilan swasembada yang lebih cepat dari target ini bahkan telah mendapat pengakuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Tercatat, produksi beras nasional pada tahun 2025 berhasil menembus 34,69 juta ton. Indonesia juga sukses mencetak rekor stok cadangan beras pemerintah (CBP) tertinggi yang mencapai 5,3 juta ton.

Di tengah ancaman krisis iklim dan geopolitik global, Indonesia bahkan mampu menyetop impor beras pada 2025. Sebaliknya, Indonesia justru kembali berhasil melakukan ekspor ke sejumlah negara.

Peningkatan produksi ini berbanding lurus dengan kesejahteraan para pahlawan pangan. Nilai Tukar Petani (NTP) pada September 2026 menembus rekor tertinggi di angka 131,11.

Pencapaian ini didukung kuat oleh berbagai kebijakan pro-rakyat. Salah satunya adalah penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Selain itu, Kementan juga telah menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen. Kebijakan ini memberikan ruang bagi petani untuk meraup untung lebih besar dan makin bersemangat dalam bertani.

Pada akhirnya, segala capaian di sektor pertanian ini menjadi indikator penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan. Penguatan sektor pangan terbukti memainkan peran strategis dalam menjaga ketahanan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tonton juga video "Prabowo Akan Minta Masukan Profesor untuk Atasi Asap Karhutla"

(akd/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini