Anker Sambut Eskalator Stasiun Duri Normal Lagi: Nggak Kayak Pepes

Anker Sambut Eskalator Stasiun Duri Normal Lagi: Nggak Kayak Pepes

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 14 Okt 2026 11:12 WIB
Eskalator Stasiun Duri Ditutup Usai Mendadak Balik Arah, Anker Antre Panjang
Situasi di Stasiun Duri pada Senin (5/10) pagi. (Shonya Nur Rohmatunnisya/detikcom)
Jakarta -

Eskalator di Stasiun Duri yang mendadak bergerak mundur saat sedang dinaiki penumpang pada Sabtu (3/10/2026) telah beroperasi kembali. Salah satu penumpang, Nora, mengaku merasa lega karena eskalator tersebut akhirnya beroperasi lagi.

"Pagi ini sesuai yang dijanjikan udah beroperasi normal eskalatornya, ngantri tetap tapi nggak sepadat kemaren-kemaren," kata Nora saat dihubungi, Rabu (4/10/2026).

Penumpang asal Tangerang ini mengaku tiba di Stasiun Duri sekitar pukul 07.00 WIB tadi pagi. Sebelumnya, saat eskalator tersebut rusak, terjadi antrean penumpang yang ingin menaiki eskalator lain di lokasi. Namun pagi ini, menurut dia, tetap ada antrean penumpang tetapi situasinya tidak sepadat kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lebih bisa napas, lebih bisa napak, hemat suara juga nggak teriak. Anehnya walaupun ngantre aku berasa lebih lega, mungkin karena sudah ngerasain yang parah kemaren," katanya.

Ia berharap Stasiun Duri menambah fasilitas bagi penumpang agar tidak terjadi penumpukan penumpang. Ia juga berharap perawatan fasilitas dilakukan secara rutin.

ADVERTISEMENT

"Ditambahin aja fasilitasnya seperti eskalator dan tangga biar nggak kaya pepes, maintain-nya juga rutin, tapi sejujurnya tetap Stasiun Duri jauh dari layak dikatakan stasiun transit," katanya.

Sebelumnya, eskalator di peron Stasiun Duri kembali beroperasi hari ini setelah mengalami gangguan sejak pekan lalu. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan eskalator beroperasi lagi hari ini setelah pengecekan tuntas.

Eskalator yang rusak itu merupakan eskalator di peron lima. Eskalator itu menjadi akses penting bagi penumpang yang hendak transit atau berpindah kereta di Stasiun Duri.

Karina menjelaskan, tim teknis menemukan kendala pada sistem penggerak pada eskalator. Dia mengatakan kerusakan terjadi karena beban entakan pengguna ketika berlari atau berjalan saat menggunakan eskalator.

(yld/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini