Libur Panjang, Ratusan Warga Kunjungi Kediaman Mbah Marijan

Libur Panjang, Ratusan Warga Kunjungi Kediaman Mbah Marijan

- detikNews
Rabu, 26 Des 2007 07:45 WIB
Merapi - Libur panjang biasanya diisi dengan berwisata di tempat-tempat wisata semisal pantai, gunung, dan tempat-tempat bersejarah. Namun, pascameletusnya Gunung Merapi pada 2006 silam, kediaman Mbah Marijan menjadi alternatif wisata.

Tidak hanya warga Jogja saja yang sowan ke rumah Mbah Marijan. Warga luar kota pun antusias mendatangi kediaman juru kunci Gunung Merapi ini.

"Dari dulu memang saya berniat, jika ke Jogja saya harus ke rumah Mbah Marijan. Bahkan teman-teman saya meledek, mau minta apa kamu hingga capek-capek ke rumah Mbah Marijan." ujar Wulan, salah seorang pengunjung rumah Mbah Marijan di Gunung Merapi, kepada detikcom, Senin (24/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Wulan, kedatangannya ke Rumah Mbah Marijan tidak untuk meminta apa-apa. Bertemu saja saya sudah senang," tutur warga Jakarta Timur ini.

Pengunjung lainnya, Sinung yang asli Sleman mengunjungi kediaman Mbah Marijan karena ingin memperkenalkannya dengan saudaranya yang berasal dari Cibinong, Jawa Barat. "Saya ke sini bersama keluarga saya yang berasal dari Cibinong. Mereka pengen melihat Mbah Marijan secara langsung," paparnya.

Mbah Marijan sendiri mengaku tidak keberatan menerima ratusan tamu yang tiap hari berkunjung ke rumahnya. Dengan senyum yang terus mengembang, pria gaek ini tulus menerima para tamu yang tidak dikenalnya tersebut.

"Dari pagi sampai malam terus saja ada tamu. Tapi kalau datang harus mengisi buku tamu dulu," ujar Mbah Marijan sembari menunjukkan buku tamu yang jumlahnya sudah ada belasan.

Para tamu yang berkunjung di rumah Mbah Marijan pun disediakan ruangan khusus. Yakni sebuah ruangan yang belum lama dibangun yang terletak di belakang rumahnya yang dulu. "Ini yang mbangun Asih, anak saya. ini perpaduan antara moderen sama kuno loh," kata Mbah Marijan sambil menunjukkan sebatang kayu ukiran yang menyambung dengan beton yang menyangga atap bangunan tersebut.

Dalam ruangan yang cukup luas tersebut, terdapat dua set kursi yang mampu menampung 20-an pengunjung. Dalam ruangan tersebut, terdapat foto-foto Mbah Marijan beserta lukisan Mbah Marijan bertuliskan 'Mbah Marijan Semelekete'.

Mbah Marijan mau saja menerima para tamu, asal mereka tidak meminta hal-hal yang aneh. Seperti saat detikcom berkunjung dikediaman si mbah, ada salah seorang pengunjung yang dengan tegas meminta agar anaknya yang berusia 5 tahun yang belum bisa bicara agar bisa cepat bicara seperti anak-anak seusianya.

"Saya tidak bisa seperti itu. Perkara menyembuhkan sakit ada di tangan Allah, jangan minta kepada saya," jawab Mbah Marijan diplomatis.
(anw/ary)


Berita Terkait