Demikian disampaikan Perwira Penerangan Satgas Batalyon Menakis TNI Konga XXIII-B/UNIFIL, Kapten Chb Sandy M Prakarsa dalam rilisnya yang diterima detikcom, Selasa (25/12/2007).
Menurut Sandy, tiga proyektil roket artileri kaliber 105 milimeter ditemukan pasukan Kompi Mekanis-B di Desa Markabe, Kamis (20/12/2007) lalu. Awalnya penemuan ini berasal dari informasi masyarakat kepada pasukan Indonesia yang sedang melakukan patroli.
Saat itu, pasukan yang dipimpin Letda Inf Suyono sedang melewati wilayah desa tersebut dalam rangka tugas rutin mengawasi AOR (Area of Responsibility) yang telah ditentukan dari Komando Sektor Timur UNIFIL. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan mengirim sebuah tim di bawah pimpinan Letda Inf MS Soulisa.
Sesampainya di lokasi, tim Kompi B ini sudah ditunggu oleh warga setempat bernama Nasrou Yanis (35 tahun). Nasrou inilah yang kemudian memandu pasukan Indonesia menuju lokasi benda yang diduga UXO itu.
Sesuai SOP (Standar Operating Procedure) yang ditetapkan oleh UNIFIL, maka kewajiban pasukan Indonesia adalah mendokumentasikan, memberi tanda โDanger Minesโ dan segera melaporkan penemuan tersebut ke Komando Sektor Timur UNIFIL.
"Keberhasilan penemuan proyektil roket ini berdasarkan laporan masyarakat kepada pasukan TNI sekali lagi menunjukkan pengakuan terhadap eksistensi dan kehadiran pasukan Yon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-B yang telah diterima oleh masyarakat Libanon Selatan," jelas Sandy.
(zal/ary)











































