Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali dan Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi membahas rencana pembentukan Batalyon Sniper. Rencana tersebut dibahas bersamaan dengan kebutuhan penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Pembahasan itu dilakukan dalam rapat internal TNI AL melalui video conference, Senin (12/10). Pangkormar Endi bersama jajaran pejabat Korps Marinir mengikuti rapat dari Mako Pusat Latihan Pertempuran (PLP) 4 Marinir Purboyo, Malang Selatan. Dalam rapat tersebut, dibahas kebutuhan penambahan alutsista serta rencana pembentukan Batalyon Sniper.
"Dibahas kebutuhan penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan rencana pembentukan Batalyon Sniper," demikian siaran pers resmi Korps Marinir yang diterima, dilansir Antara, Selasa (13/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan tempur Korps Marinir. Selain pembentukan Batalyon Sniper dan penambahan alutsista, rapat juga membahas rencana validasi organisasi.
Validasi organisasi itu mencakup penambahan satuan brigade infanteri (brigif) Marinir di sejumlah wilayah kepulauan Indonesia.
"Pembahasan juga mencakup rencana validasi organisasi melalui penambahan satuan brigade infanteri (brigif) Marinir di sejumlah wilayah kepulauan Indonesia untuk memperkuat postur pertahanan," jelas keterangan tersebut.
Namun, Korps Marinir belum membeberkan secara rinci proses pembentukan Batalyon Sniper, termasuk lokasi penempatannya. Begitu pula dengan rencana penambahan alutsista. Belum dijelaskan jumlah maupun jenis alutsista yang akan ditambahkan.
Kemudian, Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel (Mar) Rana Karyana juga belum memberikan penjelasan lebih detail mengenai rencana pembentukan Batalyon Sniper.
"Itu masih dalam proses kajian kami," kata Rana singkat.










































