Pesan Natal Singgung Demokrasi dan Kemiskinan

Pesan Natal Singgung Demokrasi dan Kemiskinan

- detikNews
Selasa, 25 Des 2007 12:59 WIB
Jakarta - Pembangunan telah lama dilaksanakan tetapi kemiskinan masih terjadi dimana-mana. Hal itu menjadi salah satu parameter demokrasi yang tengah berjalan di Indonesia belum menunjukan kinerja maksimal.

"Jika perbedaan kemiskinan (antara) yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin, maka demokrasi tidak berjalan," kata Kardinal Julius Rijadi Darmaatmaja, pada Misa Natal di Gereja Katedral, Jalan Katedral Jakarta, Selasa (25/12/2007).

Di tengah kemiskinan massal itu, umat Kristiani diharapkan ikut terlibat membebaskan masyarakat dari ketidakberdayaan. Jika tidak, lanjut Julius Darmatmaja, Natal kali ini akan menjadi sia-sia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Natal harus menjadi sarana sungguh-sungguh untuk mensejahterakan umat. Yang terpenting orang miskin mendapat bagiannya," imbuh Kardinal kelahiran Magelang, 73 tahun lampau itu.

Akan tetapi sebagai pemimpin moral, dirinya tidak bisa menyinggung ke persoalan yang lebih praktis seperti pemimpin politik dan pemerintahan  Ia hanya membuat imbauan kepada umatnya untuk terlibat aktif dalam persoalan warga miskin.

"Saya tidak bisa menyinggung ke yang lebih praktis karena saya bukan pemimpin politik praktis. Konkretnya dalam  waktu dekat, bila ada banjir, saya serukan umat Kristiani untuk membantu,"tegasnya. (Ari/mar)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads