Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bicara soal pentingnya dukungan terhadap guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dia turut menyoroti kesejahteraan, profesionalisme, hingga perlindungan hak para pendidik.
Hal itu disampaikan Pramono saat memberikan sambutan dalam Konferensi Regional Asia Pasifik ke-10 Education International di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Pramono mengatakan kualitas pendidikan sangat bergantung pada orang-orang yang menyelenggarakannya. Karena itu, pemerintah tidak hanya perlu memperluas akses pendidikan, tetapi juga memberikan dukungan kepada para guru, termasuk yang mengajar di sekolah swasta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga menyadari bahwa kualitas pendidikan sangat bergantung pada orang-orang yang menyelenggarakannya. Oleh karena itu, komitmen kami tidak hanya berfokus pada peningkatan akses pendidikan, tetapi juga pada dukungan terhadap para guru, termasuk guru-guru di sekolah swasta," kata Pramono.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang merupakan anggota aktif Education International.
Menurutnya, PGRI memiliki peran penting dalam memperjuangkan kesejahteraan dan hak-hak guru, sekaligus meningkatkan profesionalisme para guru.
"PGRI memiliki peran penting dalam memperjuangkan kesejahteraan guru, meningkatkan profesionalisme, melindungi hak-hak guru dalam menjalankan pekerjaannya, serta memperjuangkan jaminan masa depan bagi para pendidik," ujarnya.
Pramono menilai kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk menjawab tantangan dunia pendidikan. Dia pun menyambut peluang kerja sama dengan sekolah, perguruan tinggi, organisasi, dan pemangku kepentingan
"Bersama-sama, kita dapat meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat dukungan bagi para guru, serta mencari solusi yang lebih baik untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini," ucapnya.
Di sisi lain, ia juga memaparkan capaian program bantuan pendidikan di Jakarta melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Dia menyebut kedua program tersebut memberikan dukungan finansial bagi pelajar mulai dari jenjang sekolah hingga perguruan tinggi.
"Melalui berbagai program di Jakarta, kami memiliki Kartu Jakarta Pintar Plus atau KJP Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul atau KJMU. Melalui kedua program tersebut, kami memberikan dukungan finansial kepada para pelajar, mulai dari jenjang sekolah hingga perguruan tinggi," jelasnya.
Dia kemudian memaparkan jumlah penerima manfaat dari kedua program tersebut. Pramono menyebut penerima KJP Plus saat ini berjumlah lebih dari 700 ribu orang. Sementara itu, penerima KJMU mencapai lebih dari 50 ribu mahasiswa.
"Saat ini, penerima manfaat KJP Plus berjumlah lebih dari 700.000 orang. Sementara itu, penerima manfaat KJMU mencapai lebih dari 50.000 mahasiswa," ujarnya.
Pramono menegaskan, upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya dilakukan melalui bantuan biaya pendidikan. Pemprov DKI juga berupaya memperbaiki sarana dan prasarana sekolah serta memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Sejak 2025, Pemprov DKI menargetkan renovasi 19 gedung sekolah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di seluruh Jakarta.
Selain itu, Pemprov DKI tengah mempersiapkan program LPDP Jakarta untuk tahun depan. Program tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu yang memiliki aspirasi dan potensi akademik untuk melanjutkan pendidikan, termasuk ke luar negeri.
Simak juga Video 'KPK: 34% Ortu Siswa Masih Kasih Hadiah ke Guru dalam Momen Tertentu':










































