Mentrans Dialog dengan Mahasiswa RI di China, Ajak SDM Unggul Majukan Transmigrasi

Laporan dari Beijing

Mentrans Dialog dengan Mahasiswa RI di China, Ajak SDM Unggul Majukan Transmigrasi

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 13 Okt 2026 10:23 WIB
Mentrans Iftitah usai berdialog dengan mahasiswa asal Indonesia di China (Lisye/detikcom)
Foto: Mentrans Iftitah usai berdialog dengan mahasiswa asal Indonesia di China (Lisye/detikcom)
Beijing -

Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara berdialog dengan sejumlah mahasiswa Indonesia di China. Iftitah mengatakan dirinya ingin mengajak sumber daya manusia (SDM) unggul hadir untuk memajukan kawasan transmigrasi.

Dialog berlangsung di Beijing, China, Selasa (13/10/2026). Mahasiswa yang hadir mulanya memperkenalkan diri serta kampus tempat mereka belajar.

"Saya Victor, asalnya di Indonesia dari Medan, kemudian di sini berkuliah di Beijing Institute of Technology, Pak. Institut Teknologi Beijing, ITB tapi yang KW, Pak. Jurusan Artificial Intelligence. Sekarang lagi S1, sudah tahun terakhir, Pak, sudah tahun keempat," ujar Victor Hugo Yapadli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apa yang menarik dari artificial intelligence?" tanya Menteri Iftitah.

Victor kemudian memberikan penjelasan. Victor menyebut studinya fokus kepada pure coding.

ADVERTISEMENT

"Aku itu pure coding, kayak buat, banyak sih, Pak, ada machine learning, ada deep learning, ada banyak cabangnya sih, Pak, tapi ya fokusnya itu, aku itu lebih ke arah NLP, sih, Pak, kayak ChatGPT gitu, Pak."

"Di sini apa versi ChatGPT China?" tanya Menteri Iftitah.

"DeepSeek, Pak. Doubao, DeepSeek, banyak, Pak," jawab Victor.

Mahasiswa lainnya, Siti Nurkhairani, mengatakan dirinya sedang menempuh S2 di Beijing Wuzi University jurusan Perdagangan Internasional. Dia menyebut Iftitah pernah datang ke kampung halamannya di Lombok Timur.

"Sekarang saya tahun pertama S2 di Beijing Wuzi University. S1-nya juga di China, di kampus yang sama, tapi untuk S1-nya kemarin itu, beasiswanya itu di-provide oleh Government NTB, tapi kalau untuk sekarang itu di-provide oleh pemerintah China," ujarnya.

Selanjutnya ada Owain Cato Daniwan yang merupakan mahasiswa Beijing Institute of Technology. Owain adalah Ketua Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Beijing.

"Saya Owain dari Jakarta. Saya sudah studi S1 tahun keempat, jurusan Artificial Intelligence juga, di universitas yang sama dengan Victor, Beijing Institute of Technology, ya, ITB yang KW, Pak. Dan saat ini diberikan amanah untuk menjadi Ketua Perhimpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia di Beijing," kata Owain

"Ketua OSIS ya?" tanya Menteri Iftitah.

"Iya, ketua OSIS, Pak," ujarnya.

Iftitah mengatakan banyak peluang karir di Indonesia setelah para mahasiswa menyelesaikan studinya di China. Iftitah ingin SDM unggul hadir untuk memajukan kawasan transmigrasi.

"Kalau saya melihat, sebetulnya opportunity di Indonesia itu luar biasa, besar sekali. Nah, saya sekarang sebagai Menteri Transmigrasi, itu mem-promote bagaimana SDM-SDM unggul itu hadir di kawasan-kawasan transmigrasi, tujuannya adalah untuk membuka isolasi ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Iftitah.

Iftitah menyadari perkembangan teknologi yang pesat bisa membantu masyarakat di daerah transmigrasi untuk mengembangkan wilayahnya. Dia mengatakan kehadiran anak muda juga dibutuhkan di desa-desa.

"Kalau ada anak-anak muda turun ke desa gitu, terus dia upload cara bercocok tanam, misalkan agriculture, ya kan? Cabai, misalkan yang terbaik seperti apa, itu akan jadi knowledge yang oke juga," tutur Iftitah.

Iftitah mengatakan mahasiswa di Indonesia juga terlibat dalam program Trans Patriot Kementrans. Dia mengatakan program itu menjadi upaya menghadirkan SDM unggul di kawasan transmigrasi.

"Mereka juga mendukung program Transmigrasi Patriot, yang ternyata di Tiongkok juga itu dilakukan, bagaimana guru besar, profesor, diterjunkan ke desa bersama dengan para mahasiswanya. Kemudian membantu masyarakat-masyarakat di daerah yang terpencil, yang 3T ya. Nah, itulah mereka mendukung agar kegiatan tersebut jangan berhenti dan terus dikembangkan, dilanjutkan," kata Iftitah saat memberikan keterangan usai pertemuan dengan mahasiswa.

Iftitah mengatakan para mahasiswa itu ingin pulang ke Indonesia usai menyelesaikan studinya. Mereka ingin berkontribusi membangun negeri.

"Betul-betul mereka ingin memberikan kontribusi yang terbaik bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, mereka memberikan masukan, jika kelak pada saatnya perusahaan-perusahaan Tiongkok itu melakukan investasi di kawasan transmigrasi, mereka juga ingin dilibatkan. Karena mereka menguasai bahasa Mandarin, budaya Mandarin, mereka sendiri adalah orang Indonesia, tahu bahasa Indonesia," tutur dia.

Halaman 2 dari 3
(lir/haf)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini