10 Tahun Reformasi di Mata Para Tokoh

10 Tahun Reformasi di Mata Para Tokoh

- detikNews
Selasa, 25 Des 2007 04:02 WIB
Jakarta - Reformasi bangsa ini telah memasuki usia 10 tahun. Tentunya ada berbagai pendapat berisi penilaian tentang jalannya reformasi tersebut.

Menurut Wapres JK, 10 tahun reformasi telah membawa perubahan politik menjadi lebih baik meskipun masih banyak yang formalistik. "Dari sisi hukum banyak yang sudah dicapai meski banyak yang tidak puas, sehingga para koruptor itu banyak yang dapat ganjaran," ujarnya.

Hal itu disampaikannya dalam Today's Dialog Eksklusif edisi Akhir Tahun dengan tema 'Meretas jalan reformasi' di Studio di Metro TV, Kedoya, Jakarta, Senin (24/12/2004). Acara tersebut akan tayang di Metro TV pada 1-2 Januari 2008 mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di mata mantan Ketua MPR Amien Rais, 10 tahun Reformasi bukanlah tanpa hasil. Dengan reformasi, Indonesia bisa merasakan fredom of the press, perubahan UUD 1945, dan otonomi daerah.

"Tapi yang saya sesali ada 2 hal, politik uang yang merajalela luar biasa, dan korupsi sudah keluar dari indigenous dan extragenous. Negara didikte korporasi besar. Tengkuknya dipegang. Korupsi dari big corporation yang memegang tengkuk pemerintah sehingga pemerntintah menjadi inlander," beber Amien.

Mendengar itu, JK pun berceletuk, "Itu kan UU-nya dibuat oleh Anda saat jadi Ketua MPR."

Sedangkan Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto mengatakan, sudah banyak perubahan setelah reformasi, tetapi kita masih berjalan dalam demokrasi prosedural. "Para elit terlalu banyak berdebat mengenai cara," cetusnya.

"Ini berdasarkan hati nurani," kata Wiranto.
"Yang selalu berkarya," imbuh JK.
"Tapi jangan lupa amanat rakyat," sambung Amien. (nvt/nvt)


Berita Terkait