Di sejumlah gereja yang cukup besar jemaatnya, pengawalan terlihat cukup ketat. Hal itu antara lain tampak di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Jl Sudirman, Gereja Katedral di Jl Pemuda, Gereja Maranatha di Jl S Parman, dan Gereja Kristus Raja di Jl MT Haryono.
Keempat gereja ini merupakan bagian dari 12 gereja yang mendapat prioritas pengamanan cukup besar dari kepolisian. Selain dijaga polisi berpakaian dinas, sejumlah polisi berpakaian sipil juga bersiaga. Sedangkan polisi lalu lintas terlihat di sejumlah ruas jalan strategis untuk melancarkan lalu lintas.
Kepala Poltabes Medan Kombes Pol Bambang Soekamto menyatakan, selain mengamankan gereja-gereja yang jumlah jemaatnya banyak, polisi juga menyiagakan petugas di seluruh gereja yang ada di Medan.
"Pengamanan ini akan terus berlangsung hingga Tahun Baru 2008 mendatang," kata Kombes Bambang Soekamto kepada wartawan saat meninjau pengamanan di Gereja HKBP di Jl Sudirman, Medan, Senin malam.
Sebelumnya sejak Minggu petang (23/12/207), Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satuan Brimob Daerah Sumatera Utara, sudah melakukan sterilisasi pada gereja-gereja yang menjadi prioritas pengamanan guna mengantisipasi segala bentuk teror. Seluruh ruangan dideteksi dengan menggunakan alat pendeteksi bahan peledak.
Ketatnya pengamanan Malam Natal di Medan, tidak lepas dari teror bom yang terjadi pada tahun 2000 lalu. Minggu, 24 Desember 2000, tiga bom ditemukan di Pematang Siantar, sekitar 125 kilometer selatan Medan. Satu buah meledak pada pukul 22.00 WIB dan merusak bangunan kediaman Pendeta El Imanson Sumbayak di Jalan Kasuari.
Dua bom lain yang ditemukan di Pematang Siantar dapat dijinakkan setelah ditemukan di Gereja Alam Kudus di Jalan Diponegoro dan di Gereja HKBP Sukadamai. Pada saat bersamaan, di Medan ditemukan 10 bom rakitan, dan seluruhnya berhasil dijinakkan. (rul/nvt)











































