Dan perbuatan itu pun sulit untuk dilawan. "Suap tidak bisa dibuktikan, kita sudah mencoba dan hasilnya belum sangat spektakuler," tambahnya.
Lebih lanjut pensiunan bintang dua Polri ini menyatakan, bagaimana pun hasil survei persepsi dari lembaga pegiat korupsi tersebut mesti dijadikan bahan instrospeksi.
"Ini menjadi masukan bagi Kejaksaan dan kepolisian untuk memperbaiki diri," tambahnya.
Khusus untuk polisi, menurut lulusan Akabri kepolisian 1970 ini dengan adanya persepsi itu mestinya dijadikan bahan bahwa untuk mengenali keluhan publik dan tersangka atas apa yang dilakukan korps baju coklat.
"Mestinya itu dijawab dengan perbaikan, bukan reaksi yang berlebihan. Mungkin polisi masih menampilkan military police," jelasnya.
Korps polisi, tambah Ruki, semestinya benar-benar memegang prinsip to serve artinya melakukan servis dan benar-benar melayani publik. (ndr/nvt)










































