Mengenal Bioflok & RAS, Teknologi untuk Optimalkan Budidaya Ikan Modern

Mengenal Bioflok & RAS, Teknologi untuk Optimalkan Budidaya Ikan Modern

Annisa Sekar Melati - detikNews
Senin, 12 Okt 2026 20:20 WIB
Mengenal Bioflok & RAS, Teknologi untuk Optimalkan Budidaya Ikan Modern
Foto: Maha Tirta Utama
Jakarta -

Perkembangan teknologi budidaya perikanan mendorong para pelaku usaha untuk mencari metode yang mampu meningkatkan produktivitas. Fokus utamanya adalah mengoptimalkan penggunaan air dan menjaga kualitas lingkungan pemeliharaan.

Dua teknologi yang kini banyak diadopsi dalam budidaya modern adalah bioflok (Biofloc Technology/BFT) dan Recirculating Aquaculture System (RAS).

"Keduanya menawarkan pendekatan berbeda dalam menjaga kualitas air dan mengelola limbah budidaya," kata pihak Marketing PT Maha Tirta Utama Bambang, Senin (12/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT Maha Tirta Utama merupakan distributor resmi di Indonesia untuk produk pompa udara buatan PT Yasunaga Indonesia yang berbasis di Jakarta.

Bambang menjelaskan bioflok memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk mengolah limbah organik. Sementara itu, RAS menggunakan sistem pengolahan yang memungkinkan air kolam digunakan kembali setelah disaring.

ADVERTISEMENT

"Meski memiliki mekanisme yang berbeda, kedua teknologi tersebut memiliki satu kebutuhan penting, yakni suplai oksigen dan sirkulasi yang memadai," ujarnya.

Cara Kerja Teknologi Bioflok

Teknologi bioflok memanfaatkan mikroorganisme untuk mengelola limbah sisa pakan dan kotoran ikan. Bakteri akan memanfaatkan sumber karbon dan nitrogen untuk membentuk kumpulan biomassa mikroba (floc).

Berikut adalah tahapan cara kerja bioflok:

  1. Pemberian pakan dan pembentukan limbah: Sisa pakan yang tidak termakan dan kotoran ikan turut menambah beban organik di dalam air.

  2. Mikroorganisme mengolah limbah: Bakteri memanfaatkan sumber karbon dan senyawa nitrogen untuk membentuk biomassa mikroba secara terukur.

  3. Aerasi menjaga oksigen: Udara disalurkan ke dalam kolam untuk memenuhi kebutuhan oksigen sekaligus menjaga flok agar tidak mudah mengendap.

  4. Pertumbuhan ikan terkelola: Sistem bioflok membantu mempertahankan kualitas air dan mendukung pemanfaatan nutrisi selama masa pemeliharaan.

Komponen Utama Sistem RAS

Di sisi lain, RAS merupakan sistem yang mengolah air dari kolam melalui sejumlah unit penyaringan, lalu mengembalikannya untuk digunakan kembali. Tujuannya mengurangi penggantian air secara terus-menerus.

Sistem RAS umumnya terdiri dari beberapa komponen utama:

  1. Kolam pemeliharaan: Tempat ikan hidup yang kualitas air dan kepadatan tebarnya disesuaikan kapasitas.

  2. Filter mekanis: Berfungsi memisahkan padatan kotoran ikan dan sisa pakan agar tidak terus beredar.

  3. Biofilter: Menjadi tempat tumbuhnya mikroorganisme yang membantu mengubah amonia menjadi nitrat.

  4. Aerasi dan oksigenasi: Membantu memenuhi kebutuhan oksigen ikan dan mikroorganisme pada biofilter.

  5. Pompa sirkulasi air: Bertugas mengalirkan air dari kolam menuju unit pengolahan dan mengembalikannya ke kolam (berbeda fungsi dengan pompa udara).

Bambang menyebut bioflok dan RAS sejatinya bisa dikombinasikan.

"Namun, rancangannya perlu mempertimbangkan karakteristik flok karena pemisahan padatan berlebihan dapat membuang biomassa mikroba yang ingin dipertahankan," jelasnya.

Alasan Pompa Udara Menjadi Komponen Vital

Keberadaan pompa udara sangat vital untuk menunjang kedua sistem tersebut, dengan alasan operasional berikut:

  • Menjaga oksigen terlarut: Ikan dan mikroorganisme (dalam bioflok maupun biofilter) membutuhkan oksigen untuk menjalankan proses biologis.

  • Mempertahankan flok: Membantu menjaga pergerakan air agar flok tidak mengendap di dasar kolam.

  • Mendukung proses RAS: Membantu komponen filtrasi dan sirkulasi berjalan lancar.

  • Menjaga kestabilan: Mencegah penurunan kadar oksigen ekstrem pada kolam dengan kepadatan tebar tinggi.

Cara Memilih Pompa Udara yang Tepat

Pemilihan pompa udara tidak boleh hanya berpatokan pada luas kolam. Pengguna perlu memperhatikan beberapa faktor teknis berikut:

  • Kebutuhan oksigen: Dipengaruhi oleh jenis ikan, biomassa, jumlah pakan, dan aktivitas mikroba.

  • Kapasitas udara: Harus mencukupi kebutuhan sistem pada kondisi operasi aktual.

  • Tekanan kerja: Dipengaruhi kedalaman diffuser dan hambatan pipa.

  • Pola operasi: Pastikan pompa sanggup dioperasikan secara terus-menerus (kontinu).

  • Konsumsi listrik & perawatan: Penting untuk efisiensi biaya operasional dan kemudahan penggantian suku cadang.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PT Yasunaga Indonesia menghadirkan berbagai model pompa udara berteknologi linear diaphragm. Pada model tertentu, pompa ini didesain tanpa pelumas (oil-less), minim kebisingan, dan bergetaran rendah.

"Yasunaga menyediakan beragam model sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Pemilihan tipe pompa harus ditentukan berdasarkan debit udara pada tekanan kerja aktual," terang Bambang.

Pada akhirnya, keberhasilan budidaya tetap menuntut pemantauan parameter air secara berkala, seperti suhu, pH, dan amonia.

"Keberhasilan budidaya bukan hanya tentang bagaimana ikan diberi pakan, tetapi juga bagaimana kualitas air dan suplai oksigen dijaga setiap saat," pungkas Bambang.

Simak juga Video: Cerita Pemuda Lumajang Cuan Puluhan Juta dari Budidaya Ikan Koi

(anl/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini