Yusron Ihza: Mungkin Saja SBY Tawari Yusril Ketua MK

Yusron Ihza: Mungkin Saja SBY Tawari Yusril Ketua MK

- detikNews
Senin, 24 Des 2007 18:20 WIB
Jakarta - Isu tawaran Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) kepada Yusril Ihza Mahendra tidak dibantah adik kandungnya, Yusron Ihza Mahendra. Namun demikian, tawaran Presiden SBY itu dinilai bukan sebagai bargaining politik tetapi pengakuan SBY terhadap kemampuan Yusril dan usaha SBY merehabilitasi nama Yusril.

"Tidak ada bargain untuk Pemilu 2009. Tetapi itu berarti Pak SBY masih membutuhkan tenaga Pak Yusril soal hukum sekaligus merehabilitasi nama Yusril karena tidak terbukti," kata Yusron.

Hal itu disampaikan dia dalam perbincangan dengan detikcom via telepon, Senin (24/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yusron menambahkan, dengan tawaran kursi baru bagi Yusril tersebut, kasus-kasus yang ditengarai membebat Yusril berarti tidak terbukti. Meskipun sebelumnya Yusril dicopot dari posisi Mensesneg dengan alasan tekanan publik.

"Saya tidak tahu persis apa tawarannya buat Pak Yusril. Tapi mungkin saja jabatan itu (Ketua MK). Dengan tawaran itu berarti sudah ada pengakuan bahwa Pak Yusril tidak salah, apalagi ditunjang pernyataan Hendarman (Jaksa Agung Hendarman Supandji)," beber dia.

Buntut pertemuan Yusril SBY beberapa waktu lalu meluncurkan dugaan kuat, Yusril ditawari posisi Ketua MK untuk menggantikan Jimly Asshiddiqie. Namun Yusril belum mengakuinya, dia hanya menyatakan akan diberi pos di bidang hukum.

Yusril sebelumnya dicopot dari jabatan Mensesneg karena ditengarai memiliki kasus hukum seperti soal pengadaan alat sidik jari di Depkeh (sekarang Depkumham). Yusril pun menjadi sorotan dalam kasus pencairan uang US$ 10 juta milik Tommy Soeharto di BNP Paribas.
(nvt/djo)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait