Pantauan detikcom di GKSP, Jl Merdeka, Bandung, Senin (24/12/2007), sekitar 7 personel Brimob yang membawa peralatan detektor bom datang saat misa Natal untuk anak-anak tengah berlangsung. Misa pertama GKSP itu sudah dimulai sejak pukul 15.30 WIB.
"Aduh maaf Pak, terlambat," ujar salah satu anggota Brimob kepada koordinator keamanan GKSP David Miharja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut David, Brimob seharusnya tiba 1 jam sebelum acara dimulai. Karena terlambat akhirnya pihak GKSP memberikan izin unfuk melakukan sterilisasi setelah misa pertama selesai.
"Mereka akan datang lagi sekitar pukul 17.00 WIB," kata David.
GKSP sendiri, lanjut dia, melarang mobil box masuk ke halaman katedral. Pengemudi harus memarkir mobil boxnya di luar katedral. Jemaat yang datang ke katedral juga dilarang membawa tas ransel.
"Ini dilakukan untuk antisipasi keamanan," tutur David.
Sementara anggota Brimob tidak mau panjang lebar menjelaskan alasan keterlambatan ini. "Masalah teknis. Sekarang mau ke mana, tunggu perintah dari komandan," ujar salah satu anggota Brimob.
GKSP mengadakan misa Natal sejak pukul 15.00 WIB, kemudian pukul 18.00 WIB, pukul 21.00 dan pukul 00.00 WIB. (ern/djo)











































