Perayaan Natal, Perbedaan Jadi Kekayaan

Laporan dari Brussel

Perayaan Natal, Perbedaan Jadi Kekayaan

- detikNews
Senin, 24 Des 2007 13:37 WIB
Brussel - Umat Kristiani Indonesia merupakan komponen anak bangsa yang telah memberikan sumbangan nyata bagi proses pembangunan. Perbedaan tidak harus menjadi titik lemah untuk bekerjasama.

Hal itu disampaikan Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa, Nadjib Riphat Kesoema pada sambutan perayaan Natal bersama Persekutuan Kristen Indonesia (Perki) di aula Wezembeek Oppem, di pinggir kota Brussel yang sunyi, 22/12/2007.

"Di tengah mayoritas warga muslim Indonesia yang moderat, warga kristinani tetap dapat berpartisipasi menyumbangkan tenaga dan pikirannya bagi pembangunan Indonesia," kata Nadjib, seperti dituturkan Korfungsi Pensosbud PLE Priatna dari Brussel.

Menurut Nadjib, umat Kristiani Indonesia menjadi bagian dari khasanah pluralisme masyarakat Indonesia di tanah air maupun di mancanegara.

"Perbedaan yang ada tidak harus menjadi titik lemah bagi kita untuk bekerjasama, bahu-membahu mewujudkan kesejahteraan bagi kita semua, melainkan harus menjadi esensi untuk berdialog, saling membutuhkan untuk membangun masa depan," tandas Nadjib.

Perayaan Natal di wilayah KBRI Brussel sengaja digelar 3 hari lebih awal. Tujuannya agar peserta tidak terganggu acara lain dan dapat memanfaatkan liburan panjang Natal beserta keluarga menjelang tahun baru 2008.

Hadir antara lain para pastur dan pendeta, Wakepri Prianti Gagarin Djatmiko Singgih, para staf dan sekitar 350 orang warga Indonesia berbagai latar belakang.

Dengan perayaan ini masyarakat Indonesia di Brussel menunjukkan kerukunan yang tinggi. Perayaan telah berlangsung hangat, sederhana dan khidmad. Cuaca dingin minus 2oC tidak menghalangi peserta untuk merayakan natal yang amat kental bersuasana keindonesiaan.
(es/es)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads