Jambret Tas Berisi Duit Goban, Anggota Geng Motor Dipukuli

Jambret Tas Berisi Duit Goban, Anggota Geng Motor Dipukuli

- detikNews
Senin, 24 Des 2007 13:14 WIB
Bandung - Saat asyik jalan-jalan di malam hari, tas milik Sintiya Yulianti dijambret 3 pria. Seorang pelaku, Deden Supriyatna yang merupakan anggota Geng Motor tertangkap lalu dipukuli hingga babak belur.

Aksi penjambretan ini terjadi saat Sintiya ini berjalan kaki di sepanjang Jalan Banda, Bandung pada Jumat 21 Desember 2007 malam hari.

Tiba-tiba...tas Sintiya dijambret oleh Fahmi Kusnawan (18), Yasin Herawan (25), dan Deden Supriyatna (21). 3 Pria itu mengendarai Yamaha Mio warna biru D 4172EV.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yasin yang duduk di bagian tengah dengan sigap menarik tas Sintiya. Karyawati Cascade Factory Outlet Bandung sontak berteriak. "Tolooong...," teriak Sintiya. Teriakan Sintiya memecahkan keheningan malam dan didengar sejumlah warga yang ada di sekitar jalan itu.

Warga pun langsung mengejar motor Mio itu dan berhasil menarik tangan Deden yang dibonceng di bagian belakang. Pria itu pun jatuh dan dipukuli. Bak...buk...bak..buk..!

Deden lantas digelandang ke Polsek Bandung Wetan, Jalan Cihapit, Bandung. Sedangkan Fahmi dan Yasin ditangkap 2 jam kemudian di kediaman Yasin di Jalan Rajawali, Gang Burung Tungku II, Bandung. Para pelaku tertangkap tangan membawa pisau lipat dan kayu bulat dengan ujung paku.

"Pada Saudara Deden, kami temukan kartu anggota Geng Motor Brigez," kata Wakapolsekta Bandung Wetan, Iptu Teguh Widodo di kantornya, Polsek Bandung Wetan, Jalan Cihapit, Bandung, Senin (24/12/2007).

Menurut dia, polisi juga mengamankan barang bukti tas warna kuning milik Sintiya berisi uang lembaran Rp 50 ribu alias goban, kaset, ID Card, kartu pegadaian, sisir, kunci lemari dan alat kosmetik.

Dalam pemeriksaan, Deden membantah dirinya anggota Geng Motor. "Saya nemu kartu itu di Pasar By Pass Muhammad Toha, itu bukan kartu saya. Saya baru kali ini melakukan penjambretan, dan langsung ketangkap," ujar pria bertato itu.

Sedangkan Yasin mengaku melakukan aksi penjambretan karena alasan ekonomi. "Saya melakukan ini karena anak saya sakit. Kontrakan saya harus bayar," ujar Yasin lirih. (aan/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads