Pemberontak Ditampung, Raja Dibuang di Nepal

Pemberontak Ditampung, Raja Dibuang di Nepal

- detikNews
Senin, 24 Des 2007 08:00 WIB
Kathmandu - Nepal semakin menuju ke arah negara republik. Pemberontak Maois sepakat bergabung dengan pemerintah setelah usulan penghapusan sistem kerajaan diakomodasi.

"Maois telah setuju bergabung dengan pemerintah setelah kami (partai-partai politik) menyepakati 23 poin perjanjian mengenai isu politik utama hari ini," ungkap Menteri Keuangan Nepal, Ram Sharan Mahat, yang ikut dalam pertemuan dengan Maois itu, seperti dilansir AFP, Senin (24/12/2007).

Salah satu poin perjanjian itu adalah, Nepal akan dideklarasikan sebagai negara republik demokratik  federal melalui sebuah konstitusi sementara. Namun keputusan ini baru akan diterapkan setelah pemilihan anggota Majelis Rakyat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemilu Majelis Rakyat akan digelar pertengahan April 2008. Sebelumnya sempat tertunda dua kali karena Maois menginginkan sistem Pemilu direformasi. Selain itu, untuk menjamin Pemilu yang bebas, sistem kerajaan harus dihapuskan.

"Kami juga sepakat jika raja berkonspirasi mengganggu pemilihan, dua pertiga mayoritas parlemen sementara akan segera mengimplementasikan sistem republik sebelum pemilihan digelar," imbuh Mahat menyebutkan garansi pemilihan akan berjalan bebas.

Kelompok Maois yang telah mengangkat senjata selama satu dekade ingin menjungkalkan kekuasaan raja yang dinilai absolut. Tahun 2006 lalu, Maois sepakat melakukan gencatan senjata dan bergabung dalam proses perdamaian.

Namun proses perdamaian ini dinilai kelompok yang mengidolakan revolusi komunis ala Cina ketika dipimpin Mao Tse Tung itu meminggirkan mereka. Sehingga pembicaraan damai sempat mengalami deadlock.

Akankah Nepal menjadi republik termuda di dunia? (aba/aba)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads