Keenam nelayan itu selamat setelah terombang-ambing selama 13 hari di perairan Cidaun, Cianjur. Mereka terjebak di tengah laut karena mengalami kerusakan mesin pada saat mereka berada 70 mil di lepas pantai Palabuhan Ratu.
Sebelumnya tujuan mereka hanya melaut dengan menggunakan kapal Rumpon Yakin ke lintang 8, perairan Cikaso, Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Karena gelombang tinggi ditambah angin kencang, mereka pun terjebak di tengah laut Cidaun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dia dan 5 ABK lainnya masih bertahan dan masih bisa komunikasi. Memasuki hari ke11, total tidak bisa berkomunikasi dengan daratan. Menurut Bakri, selama terombang-ambing hanya memanfaatkan bekal-bekal sisa makanan yang hanya dicadangkan untuk 9 hari.
Selain Bakri, 5 nelayan yang diselamatkan adalah lainnya adalah Andi (22), Anto (22), Agus (23), Suki (22), dan Edo (23). 6 Nelayan tersebut adalah warga Kampung Sipatuburang, Palabuhan Ratu, Sukabumi, Jabar.
Dari 6 orang itu, Anto tampak lemas, kelihatan pucat dan belum bisa diajak komunikasi. Anto terlihat tertekan. Anto dan rekan-rekannya kemudian dirawat sementara di pos Polair sambil menunggu dijemput keluarga.
Posisi kapal Rumpon Yakin ditemukan kapal Rumpon Cokel yang berisi 3 ABK. Mereka kemudian melapor ke Polair. Pada saat diketahui, posisi kapal Polair berada 40 mil dari kapal Cokel yang juga sama-sama dari Pelabuhan Ratu.
Kepala unit Polisi Air wilayah Palabuhan Ratu Aiptu Rukiman, mereka tepat dievakuasi di lintang 7 perairan Sukanegara, Cianjur. (aba/aba)











































