Warga Pagaralam Ikut Panik

Isu Gempa 8,5 SR

Warga Pagaralam Ikut Panik

- detikNews
Minggu, 23 Des 2007 18:41 WIB
Palembang - Ramalan ilmuwan Brasil, Jucelino Nobrega da Luz, yang menyebutkan pada Minggu (23/12/2007) akan terjadi gempa berkekuatan 8,5 pada skala Richter (SR) yang diikuti tsunami di Bengkulu dan Sumatra Barat, juga membuat warga Pagaralam, Sumatera Selatan, menjadi panik.

โ€œAda juga sebagian warga yang mengungsi, misalnya ke Lahat. Mereka cemas, jika gempa itu benar terjadi dan hingga ke Pagaralam,โ€ kata Yan Bastari, warga dusun Ujan Mas, Pagaralam, Sumatra Selatan, melalui telepon kepada detikcom, Minggu (23/12/2007).

Menurut Yan, warga Pagaralam yang berada di kaki Gunung Dempo itu, sebagian besar masih bertahan di pusat kebudayaan Besemah itu. โ€œMereka hanya menyiapkan diri, misalnya memindahkan benda-benda yang berbahaya jika terjadi gempa, misalnya lemari atau lampu gantung,โ€ katanya.

Beberapa hari lalu, saat terjadi gempa di Bengkulu, warga Pagaralam yang berjarak sekitar 100 kilometer dari tepi pantai barat Sumatera itu, merasakan getaran yang cukup keras, sehingga warga berhamburan keluar rumah.

Sementara di Bengkulu, Gubernur Bengkulu Agusrin Maryono Najamuddin mengatakan dirinya tidak yakin dengan prediksi Jucelino Nobrega da Luz.

"Saya yakin hari ini tidak akan terjadi gempa dan tsunami, saya juga minta masyarakat tidak menyakini isu tersebut,โ€ kata Agusrin. Menurut dia, Jucelino bukan seorang ahli gempa, dia hanya seorang dukun.

Bagaimana kalau itu terjadi? "Itu karena Tuhan, bukan karena ramalan dari Jucelino," kata Agusrin.

Sebelumnya warga Bengkulu diliputi kekhawatiran menyusul adanya isu gempa dan tsunami yang dilontarkan Jucelino. Isu tersebut membuat warga takut, dan hingga saat ini sekitar 300 ribu warga berada di pengungsian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketakutan itu tidak terlepas dari kondisi jiwa masyarakat yang memang masih traumatik akibat gempa 7,9 SR yang terjadi pada 12 September 2007 lalu, yang meluluhlantakan bangunan dan menelan jiwa puluhan orang. (tw/aba)


Berita Terkait