6 Nelayan Pelabuhan Ratu Terjebak Gelombang Tinggi 13 Hari

6 Nelayan Pelabuhan Ratu Terjebak Gelombang Tinggi 13 Hari

- detikNews
Minggu, 23 Des 2007 15:51 WIB
Jakarta - Akibat gelombang tinggi yang terjadi di perairan Palabuhan Ratu, Sukabumi, 6 nelayan tidak bisa kembali ke pantai. Mereka terombang-ambing di tengah perairan laut Cidaun, Cianjur, selama 13 hari.

6 Nelayan tersebut adalah Bakri (24) sebagai nakhoda. Sementara 5 lainnya adalah ABK yaitu Andi (22), Anto (22), Agus (23), Suki (22), dan Edo (23). 6 Nelayan tersebut adalah warga Kampung Sipatuburang, Palabuhan Ratu, Sukabumi, Jabar.

"Mereka berangkat sejak tanggal 1 Desember. Harusnya mereka sudah kembali tanggal 10. Tapi sampai sekarang belum kembali. Karena saya putus kontak pada tanggal 11 itu, ya saya lapor tadi pagi," kata saksi mata, Suhendi (46) pada detikcom di Palabuhan Ratu, Minggu (23/12/2007).

Menurut Suhendi yang juga keluarga Bakri, saat 6 nelayan itu berangkat 1 Desember lalu, kondisi gelombang sedang tinggi. Namun peringatan warga yang disampaikan pada 6 nelayan itu tidak digubris, mereka tetap berangkat.

"Pada saat berangkat kondisi gelombang di Palabuhan Ratu sedang tinggi-tingginya. Namun mereka tetap memaksakan diri melaut. Ya begini jadinya," sesalnya.

Menanggapi laporan warga, Kepala Pol Air Palabuhan Ratu, Aiptu Rukiman langsung mengerahkan pasukannya untuk mencari 6 nelayan tersebut. Berdasarkan info terakhir, 6 nelayan itu masih berada di tengah perairan laut Cidaun, Kabupaten Ciunjur.

"Mereka mengalami kerusakan mesin selama 13 hari mereka memanfaatkan sisa perbekalan mereka. Mereka belum dapat dievakuasi karena posisi gelombang dan ombak masih tinggi dan membahayakan," terang Rukiman.

Saat ini 6 petugas Pol Air Palabuhan Ratu sedang menjemput para nelayan yang masih terjebak gelombang. Mereka baru berangkat sekitar pukul 12.00 WIB. Sampai pukul 16.00 WIB rombongan belum kembali. (yid/nrl)


Berita Terkait