85 Gereja di Surakarta Rawan Gangguan Keamanan

85 Gereja di Surakarta Rawan Gangguan Keamanan

- detikNews
Minggu, 23 Des 2007 13:55 WIB
Jakarta - Sebanyak 85 dari 500-an gereja di Surakarta dinilai rawan gangguan keamanan. Ancaman keamanan yang dimaksud adalah unjuk rasa atau perselisihan dengan warga atau kelompok tertentu.

Kapolwiltabes Surakarta Kombes Pol Yotce Mende mengatakan, di sejumlah gereja pernah terjadi unjuk rasa dari kelompok-kelompok tertentu yang tidak jarang berujung pada penyerangan dan perusakan. Untuk mengantisipasi terjadinya kembali gangguan keamanan serupa menjelang Natal, Polwiltabes Surakarta akan menerjunkan 3.103 personil gabungan.

"Personil yang diturunkan adalah personil gabungan. Semua potensi kita kerahkan, termasuk banser atau laskar yang merupakan bagian dari Forum Kerukunan umat Beragama se-Surakarta," katanya Yotje saat dijumpai wartawan di kantornya, Jalan Slamet Riyadi, Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (23/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yotje mengatakan, untuk gereja-gereja yang rawan seperti di kawasan Grogol, Baki dan Masaran, jumlah petugas yang diterjunkan lebih banyak. Para personil ini akan diterjunkan selama Operasi lilin Candi yang digelar pada 20-26 Desember 2007.

Untuk pengamanan pada Hari Raya Natal, lanjut Yotje, Polwiltabes Surakarta akan memberikan pengamanan khusus di daerah Masaran, Sragen. Sebab pada hari itu akan digelar juga Tabligh Akbar yang mendatangkan pembicara tokoh Front Pembela Islam (FPI) dari Jakarta.

"Surat dari panitia sudah masuk. Dan saya tidak akan memberikan rekomendasi terhadap pelaksanaan acara tersebut. Alasannya jelas, demi menjaga kenyamanan umat Kristiani yang merayakan Natal," tegasnya.

Jika acara Tabligh Akbar tersebut tetap digelar, Yotje mengatakan, akan menerjunkan empat Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau sekitar 500 personil. "Karena selain tabligh yang akan dihadiri ribuan orang tersebut dilakukan persis pada Hari Natal, lokasi pelaksanaan juga rawan gangguan keamanan karena di situ pernah terjadi konflik yang dikaitkan dengan agama tertentu," tandas Yotje.
(rmd/rmd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini