Isu Tsunami Tidak Terbukti, Padang Sepi Karena Libur

Isu Tsunami Tidak Terbukti, Padang Sepi Karena Libur

- detikNews
Minggu, 23 Des 2007 12:42 WIB
Padang - Isu akan terjadinya tsunami 23 Desember 2007 yang konon dihembuskan peramal Brazil, Profesor Jucelino Nobrega hingga siang ini tidak terbukti.

Berdasarkan pantauan detikcom, Minggu (23/12/2007), secara umum aktivitas masyarakat kota Padang berjalan normal meski sejak pagi kota terlihat lebih sepi dari hari-hari biasa.

Kepala Sekretariat Satkorlak PB Sumbar Ade Edward, ketika dihubungi detikcom, mengatakan, berdasarkan pantauan yang dilakukan pihaknya kondisi kota Padang umumnya berjalan normal. Menurutnya, tidak ada kepanikan yang melanda warga terkait isu gempa dan tsunami yang sempat menjadi pembicaraan hangat masyarakat sejak beberapa hari terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasar dan pertokoan tetap buka, angkutan umum serta sarana transportasi lainnya tetap beroperasi seperti biasa. Bila kota Padang terlihat lebih sepi dibanding hari-hari sebelumnya, itu karena saat ini sedang liburan panjang," ujarnya.

Dikatakan Ade, tidak hanya di kota Padang, aktivitas warga kabupaten/ kota di Sumbar lainnya yang terletak di pesisir pantai juga berjalan normal.

"Waspada itu penting karena kita memang hidup di daerah yang rawan bencana. Namun, kami imbau pada masyarakat agar tidak perlu khawatir secara berlebihan dan cerdas menyikapi isu-isu yang terkait dengan bencana," tandasnya.

Sementara, sejumlah warga yang ditemui detikcommenanggapi isu gempa dan tsunami tersebut secara beragam. Sebagian warga mengaku tidak terlalu khawatir dengan isu bencana yang beredar luas di tengah masyarakat. Namun, tidak sedikit pula yang mengaku takut dan memilih mencari lokasi yang dianggap aman untuk sementara.

"Kemarin saya sempat khawatir sekali sehingga menyuruh istri dan anak-anak saya pulang kampung. Habis, isu yang beredar macam-macam. Mereka saya suruh pulang kampung ke Lubuk Basung agar pikiran saya tenang meski sedang tidak bersama di rumah," ujar Anjang (49), warga kelurahan Parupuk Tabing.

(yon/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads