×
Ad

Menlu Bicara soal PM Malaysia Telepon Prabowo Terkait Karhutla

Eva Safitri - detikNews
Sabtu, 10 Okt 2026 20:05 WIB
Foto: Menlu Arrmanatha Nasir (tangkapan layar)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir atau Tata buka suara soal Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim yang menelepon Presiden Prabowo Subianto terkait asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tata mengatakan pihaknya sudah menindaklanjuti dengan berkomunikasi dengan Menlu Malaysia.

Dalam komunikasinya, Tata sudah menjelaskan langkah-langkah yang sudah dilakukan Indonesia dalam penanganan kahutla. Seperti pengerahan 60 ribu personel dan 48 helikopter dan pesawat ke titik karhutla, hingga pengalihan cuaca.

"Ya kita sudah berkomunikasi dengan...dari saya sudah berbicara juga dengan Menlu Malaysia, dan juga kita sudah jelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Indonesia seperti kita sudah menerjunkan lebih dari 60 ribu personel. Kita telah menerjunkan juga sekitar 48 helikopter dan pesawat untuk melakukan water bombing dan juga pengalihan cuaca," kata Tata di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (10/10/2026).

Tata mengatakan penanganan karhutla masih menjadi tantangan, ditambah penyebaran udara yang tidak bisa dikendalikan. Meski begitu, ia berharap persoalan karhutla akan segera selesai mengingat masa musim hujan yang akan terjadi.

"Memang ini merupakan tantangan karena udaranya saat ini tidak berada di pihak kita, harapan kita segera ini akan reda karena juga diperkirakan cuaca akan ada hujan," ujarnya.

Diketahui, PM Anwar Ibrahim menelepon Prabowo membahas persoalan karhutla pada Kamis (8/10). Dilansir bernama, dalam percakapan itu, Prabowo menyatakan kesiapannya untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mengatasi situasi penyebab kabut asap di Malaysia.

"Masalah kabut asap ini memang mengkhawatirkan. Saya secara pribadi menghubungi Presiden Prabowo, dan beliau setuju untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan," kata Anwar, yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan, saat berbicara kepada wartawan usai meninjau persiapan penyampaian Anggaran 2027 di Kementerian Keuangan.

PM Anwar mencatat bahwa selama beberapa minggu terakhir, Malaysia telah menyatakan kesiapannya untuk menawarkan segala bentuk kerja sama kepada Indonesia, mengingat situasi kabut asap tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait kesehatan masyarakat.

"Jadi, selama beberapa minggu terakhir, kami (Malaysia) telah menyatakan kesiapan untuk memberikan kerja sama apa pun, mengingat kabut asap ini mengkhawatirkan dan saya tahu hal ini menjadi perhatian terkait kesehatan masyarakat," ujarnya.

"Berbagai langkah telah diambil untuk memitigasi dampaknya.Sebagai contoh, kami meningkatkan operasi penyemaian awan-yang dilakukan hampir setiap hari oleh Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) dan instansi terkait-namun situasinya tetap mengkhawatirkan," lanjutnya.

Anwar menyatakan bahwa ia telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri Datuk Seri Mohamad Hasan dan Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Datuk Seri Arthur Joseph Kurup untuk menghubungi rekan sejawat mereka guna memperkuat upaya penanganan situasi kabut asap.

Ia menambahkan bahwa Mohamad juga telah diminta untuk menghubungi Sekretariat ASEAN guna mengoordinasikan pertemuan para menteri yang membidangi masalah lingkungan.




(eva/idh)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork