Sepekan Diguyur Hujan, Ratusan Rumah di Palembang Tergenang

Sepekan Diguyur Hujan, Ratusan Rumah di Palembang Tergenang

- detikNews
Sabtu, 22 Des 2007 20:42 WIB
Palembang - Hujan deras yang turun hampir setiap hari dalam sepekan ini mengakibatkan ratusan rumah di Palembang tergenang air. Warga mulai terserang penyakit kulit dan saluran pernafasan.

Ratusan rumah yang tergenang itu berada di perkampungan Plaju, Jakabaring, Kertapati, Gandus, dan Kalidoni. Meskipun ketinggian air hanya sebatas betis kaki orang dewasa, tapi sejumlah warga memilih mengungsi ke rumah kerabat atau tetangga yang rumahnya tidak tergenang air.

"Bagaimana tidak banjir, jika air tidak mengalir. Parit tidak ada, yang lama ditimbun, jalan juga kian tinggi dari rumah kami," tutur Muryati (59) warga Sriraya II, Jalan Sentosa, Plaju, Palembang, Sabtu (22/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengamatan detikcom, di Jalan Sentosa, mulai dari lorong Sriraya I, Sriraya II, hingga Sriraya IV, hampir semua rumah warga tergenang air. Yang tidak tergenang umumnya merupakan rumah panggung.

Padahal, rumah milik Muryati yang kemasukan air hingga ke dalam rumah itu, lantainya sudah dinaikkan sekitar setengah meter. "Mungkin sampai ke plafon rumah pun ditimbun, banjir tetap datang," ujarnya kesal.

Sementara di Jakabaring, warga yang terkena banjir tetap berada di rumah. Mereka menyiasati dengan membangun kamar-kamar di lantai dua. Tak hanya itu, warga juga menambah tinggi kursi atau ranjang.

"Ya, kita sudah antisipasi, sebab ini ritual tiap tahun. Tapi, kita hidup seperti di dalam kolam," kata Budi (48), warga kompleks Ogan Permai Indah, Jakabaring, Palembang.

Akibat banjir, selama sepekan terakhir, pasien penderita saluran pernapasan, seperti flu, asma, dan penyakit kulit meningkat. "Banyak pasien asma yang alergi dengan dingin dan embun kambuh lagi," kata Dokter Yani, yang bertugas di Puskesmas Plaju.

Selain itu, katanya, pasien flu setiap hari jumlahnya hampir 50 orang. "Penyakit
kulit seperti gatal-gatal juga mengalami peningkatan," katanya.

Banjir juga menggenangi jalan utama yang menjadi penghubung antarkota di Sumatera
Selatan, seperti Jalan Raya Prabumulih-Muaraenim, yang sebagian ruas jalannya tergenang air yang tingginya mencapai 30 cm.

"Kalau jalan malam harus hati-hati di jalan itu, sebab banyak jebakan genangan air. Kemarin mobil saya sempat berputar karena genangan air itu," kata Syamsuddin (55), warga Seduduk Putih, Kenten, Palembang.

Jalan Raya Palembang-Jambi, tepatnya di kabupaten Musi Banyuasin, juga mengalami
kerusakan dan sebagian ruasnya tergenang air. Akibatnya banyak kendaraan yang harus hati-hati melintasi jalan tersebut, sehingga waktu tempuh yang biasanya 6 jam menjadi 8-9 jam.
(tw/bal)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini