Dubes Salim: Dengan Kebudayaan Menjaring Ekonomi

Laporan dari Praha

Dubes Salim: Dengan Kebudayaan Menjaring Ekonomi

- detikNews
Sabtu, 22 Des 2007 19:34 WIB
Dubes Salim: Dengan Kebudayaan Menjaring Ekonomi
Praha - Kampanye kebudayaan besar-besaran yang dilancarkan di Ceko, pada akhirnya untuk membidik sasaran keuntungan ekonomi. Bagaimana mau produk kita, kalau mereka tidak kenal?

Hal itu disampaikan Duta Besar RI untuk Republik Ceko Salim Said kepada detikcom seusai business briefing bersama para pengusaha di City Library Hall, Praha, (16/12/2007).

Ada empat item besar kampanye kebudayaan yang dilancarkan Salim Said, di bawah koordinasi sang tangan kanan Korfungsi Pensosbud Azis Nurwahyudi, yakni pagelaran tari, promosi batik sebagai tekstil adiluhung Indonesia dan fashion show, serta partisipasi pada folklore setempat menjelang Natal. Paket ini menyusul Pekan Film Indonesia yang telah digelar sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Target dari semua kegiatan ini adalah kepentingan ekonomi kita. Buat saya simpel saja, orang tidak akan terdorong bekerjasama atau membeli produk kita kalau mereka tidak mengenal siapa kita," ujar Salim.

Sasaran ekonomi tersebut menurut Salim tidak hanya sebatas di Republik Ceko, melainkan jauh lebih luas lagi yakni seluruh negara-negara kawasan Eropa Tengah dan Timur. Ceko hanya sebagai batu loncatan untuk sasaran kepentingan ekonomi yang lebih luas.

Karena itu, bersama 9 Dubes lainnya di Eropa Tengah dan Timur dia akan meluncurkan Indonesian Expo in Central and East Europe (IE-CEE), yang akan digelar di Warsawa, Polandia, pada 8-10 Mei 2008 mendatang. Dari Warsawa pula ide ini pertama kali tercetus.

"Kebetulan, rangkaian kegiatan promosi ini bertepatan dengan menjelang 50 tahun kerjasama kebudayaan RI-Ceko yang akan jatuh pada tahun depan," tambah mantan pengamat militer dan kritikus film ini.

Ditambahkan, bahwa hubungan Ceko dan Indonesia sebenarnya sudah berlangsung lebih dari 100 tahun. Indonesia, ketika itu masih Hindia Belanda, sudah mengimpor mesin-mesin untuk perkebunan tebu dan industri gula.

Seiring dengan berjalannya waktu, kedekatan yang pernah terjalin agak memudar dan perlu dihidupkan kembali, antara lain dengan pendekatan sosial dan kebudayaan.

Salim berharap agar Jakarta, terutama Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, dapat memanfaatkan apa yang sudah dilakukan KBRI Praha dan momentum ulang tahun emas kerjasama kedua negara itu untuk lebih mengenalkan Indonesia.

Menurut Salim, biaya promosi seperti yang dilakukan pihaknya tidak mahal. Selain itu posisi geografis Ceko juga menguntungkan, karena setiap misi yang datang ke Ceko dapat dimanfaatkan oleh KBRI di sekitarnya.
(es/es)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads