Natal 2007 yang Mendung Bagi Penjual Parsel

Natal 2007 yang Mendung Bagi Penjual Parsel

- detikNews
Sabtu, 22 Des 2007 17:22 WIB
Jakarta - Natal selalu disambut meriah umat kristiani. Namun tidak bagi penjual parsel di Cikini, Jakarta Pusat. Untung tidak diraup penjual musiman ini.

Natal yang tinggal beberapa hari lagi dikeluhkan penjual parsel di Cikini. Pendapatan mereka menurun pada Natal 2007 jika dibanding Natal 2006.

Seperti dialami Mukmin (36), pedagang parsel berisi barang unik yang didatangkan dari Yogyakarta. Parsel yang berisi sepeda mini, pohon natal mini dari perak, kaligrafi dan gelang dari perak yang diberi figura serta topeng itu kurang laku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk Lebaran tahun ini sih meningkat dari tahun lalu. Tapi entah kenapa, Natal justru menurun," ujar Mukmin saat ditemui detikcom di dekat Stasiun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/12/2007).

Menurut Mukmin, barang uniknya tersebut dijual dengan kisaran harga Rp 700.000 hingga Rp 3.000.000. Menjelang Natal, imbuh Mukmin, jika sedang ramai pengunjung, setiap hari tokonya didatangi 10 hingga 15 orang dengan omset mencapai Rp 10.000.000. Namun Mukmin tidak bersedih hati. Jika parselnya tidak laku, maka barang dagangannya itu akan dijual satu persatu.

Sama halnya dengan Sri Supriyatin (48) yang mengaku penjualan Natal pada tahun ini sepi.

"Menjelang Natal nggak tahu kenapa kok cenderung menurun. Ramai sih, tapi nggak seramai tahun lalu," kata Tri.

Sri mengaku menjual barang daganganya dengan kisaran Rp 150.000 hingga Rp 1.000.000.

Sri yang menjual bahan makanan dan barang pecah belah ini mengatakan, dalam sehari jika sedang ramai pembeli yang datang ke tokonya sebanyak 5 hingga 6 orang. Keuntungan yang didapat sekitar Rp 5.000.000.
(nik/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads