'Rekrut' Yusril, Konsistensi SBY Dipertanyakan Adnan Buyung

'Rekrut' Yusril, Konsistensi SBY Dipertanyakan Adnan Buyung

- detikNews
Sabtu, 22 Des 2007 13:27 WIB
Jakarta - Keputusan Presiden SBY 'merekrut' kembali Yusril Ihza Mahendra mendapat reaksi negatif. Konsistensi agenda 'bersih-bersih' di lingkungan Istana Kepresidenan pun dipertanyakan.

"Di satu pihak mau mengisi Istana dengan orang-orang bersih, di pihak lain Yusril kan dipandang masyarakat bermasalah. Tapi kan belum ada pernyataan dari Pak SBY atau Andi Mallarangeng (soal Yusril)," ujar anggota Wantimpres ini.

Hal ini disampaikan Adnan Buyung menjawab pertanyaan wartawan dalam dialog bertajuk "Evaluasi toleransi beragama dalam pemerintahan SBY-JK", Sabtu (22/12/2007), di Kedai Tempo, Jl Utan Kayu, Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Si Abang -- panggilan akrab Adnan Buyung -- menegaskan dirinya sama sekali tidak mempermasalahkan tugas analisa masalah hukum yang diembankan kepada Yusril kelak akan bersinggungan dengan tugasnya di Wantimpres. Ia lebih peduli pada kredibilitas mantan Mensesneg tersebut yang setidaknya saat ini masih menjadi sorotan publik.

"Tidak layak ia diberikan tugas sebelum membuat clear dulu nama baiknya," imbuh pengacara senior berambut perak ini.

Sepanjang akhir 2006 sampai awal tahun 2007, nama Yusil memang kerap dikaitkan dengan kasus hukum yang ditangani KPK. Yaitu dugaan adanya penyalahgunaan wewenangnya selaku Menkum HAM dalam pengadaan alat indentifikasi sidik jari di Depkum HAM. (lh/sss)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini