Pembunuhan Wanita Terikat di Jaktim, Polisi Duga Ada Motif Ekonomi

Pembunuhan Wanita Terikat di Jaktim, Polisi Duga Ada Motif Ekonomi

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Jumat, 09 Okt 2026 15:38 WIB
ATW dan KDO, sosok dua pembunuh wanita yang ditemukan terikat di kosan Makasar, Jaktim, ditangkap Jatanras Polda Metro Jaya, Jumat (9/10/2026).
Sosok dua pembunuh wanita yang ditemukan terikat di Jaktim. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Polisi masih mendalami motif pria berinisial KDI (22) dan ATW (27) menghabisi nyawa wanita berinisial KDA (19), yang ditemukan dengan kondisi tangan dan kaki serta leher terikat di tempat kos di Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur (Jaktim). Ada dugaan motif ekonomi dibalik aksi keji pelaku.

"Penyidik juga mendalami dugaan motif ekonomi terkait penguasaan telepon genggam dan uang tunai Rp 250 ribu milik korban," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim, Jumat (9/10/2026).

Penyidik kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya barang-barang yang ditemukan di lokasi kejadian maupun sebilah pisau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya tali rafia, kain lap, pakaian, pisau, lakban, telepon genggam, dan sepeda motor. Penyidik masih melengkapi proses penyidikan, termasuk pemeriksaan saksi dan tersangka," jelasnya.

Keduanya juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menjerat keduanya dengan Pasal 459 KUHP dan/atau Pasal 458 ayat 1 dan 3 KUHP dan/atau Pasal 479 ayat 3 KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, korban ditemukan pada Kamis (8/10) siang. Awalnya, pemilik kosan bernama Sundiyah hendak mengecek kamar kos yang disewa oleh saksi Daniel.

Menurut Sundiyah, Daniel menyewa kamar kos tersebut sejak Selasa (6/10). Namun, sejak serah terima kunci kamar di hari itu, Daniel tidak pernah datang ke kamar kos.

"Dikarenakan tidak ada kabar dari Saudara Daniel, Saksi Sundiyah berniat mengecek kos yang akan ditempati Daniel," ujar Made.

Namun, sebelum sempat mengecek kamar kos tersebut, Sundiyah mendapatkan informasi dari penghuni sebelah. Penghuni sebelah menaruh kecurigaan karena tercium bau tak sedap dari kamar tersebut.

Singkat cerita, para saksi ini kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas Pinang Ranti Aiptu Ragil. Setelah Aiptu Ragil datang, para saksi kemudian membuka kamar tersebut dengan menggunakan kunci duplikat.

Setelah pintu kamar kos terbuka, para saksi mencium bau busuk dari kamar kos. Para saksi menemukan mayat korban di dalam kamar mandi.

Lihat juga Video 'Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Lampung Tewas Ditembak Polisi':

Halaman 2 dari 2
(rdh/isa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini