Mabit atau menginap di Mina memang memiliki dua pilihan, dua malam atau tiga malam. Keduanya pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW ketika melakukan ibadah haji. Namun rupanya pilihan mabit dua malam lebih menjadi pilihan bagi sebagian besar jamaah sekarang.
Dari pengamatan detikcom di Mina, sebagian besar jamaah baik dari Indonesia maupun negara-negara lain telah berkemas meninggalkan Mina sejak Jumat pagi hingga sore. Dengan demikian maka pelontaran jumrah hanya dilakukan sebanyak tujuh kali.
Kasatgasops, Sukiman Azmy, memperkirakan 70 persen jamaah Indonesia telah meninggalkan Mina atau memilih nafar awal, sedangkan sisanya memilih nafar tsani atau menggenapkan mabit menjadi tiga malam dan menggenapkan pelontaran jumrah menjadi sepuluh kali.
Para jamaah punya alasan masing-masing untuk nafar awal. Ada yang mengaku sudah kelelahan dan ingin segera istirahat lebih nyaman di pemondokan Makkah, ada juga yang mengaku sudah merupakan kesepakatan rombongan sejak dari tanah air.
Ada juga yang mengaku memilih nafar awal karena kondisi maktab di Mina cukup sesak. "Karena sesak bahkan ada yang tidur sambil duduk," ujar Mufdi Abdillah, jamaah asal Solok yang tergabung dalam Kloter 20 embarkasi Padang.
Sedangkan data terakhir menyebutkan jumlah total jamaah Indonesia yang meninggal tercatat 119 orang. 66 orang meninggal saat berada di Makkah, 20 di Madinah, 4 orang di Jeddah, 7 orang di Arafah, 2 orang di Muzdalifah, 20 orang di Mina. (mbr/ndr)











































