Seiring waktu berlalu, bagaimana kabar wanita Indonesia hingga saat ini ? Di satu sisi sebagian wanita sudah mencapai kemajuan, namun tak bisa dipungkiri sebagian besar yang lain masih terbelenggu dalam berbagai persoalan.
"Masih ada kekerasan yang diterima wanita Indonesia baik secara fisik maupun secara mental," kata Menneg PP Meutia Hatta saat berbincang dengan detikcom di Jakarta, Jumat (21/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peraturan memang ada, tapi perlindungan masih kurang," tambah Meutia.
Melompat ke hal yang lain, bagaimana dengan peranan wanita di lingkungan lembaga pemerintahan. Meutia memberikan gambaran. "Hanya ada 10 persen pejabat eselon I yang wanita, jumlah hakim yang wanita pun masih sedikit, kesempatan beasiswa juga masih kurang," jelas Meutia.
Upaya peningkatan persamaan dan emansipasi terus disuarakan. Salah satu hasil yang signifikan yakni disahkannya UU paket politik tentang keterwakilan 30 persen wanita di parlemen. Meskipun fakta di lapangan belum terlihat.
"Ini saatnya wanita untuk tidak kalah dengan politisi laki-laki," pesan Meutia.
Berbagai hal disebutkan di atas hanya setitik persoalan yang masih mendera wanita Indonesia. Untuk mengatasinya seruan dan harapan pun menyeruak. "Wanita Indonesia yang sudah memperoleh kemajuan perlu membantu kaumnya yang masih membutuhkan," jelas Meutia.
Untuk mencapai kemajuan kaum ibu Indonesia, tentunya perlu dibangun solidaritas. Intinya perlu ada persatuan, tidak hanya sekedar berempati melihat penderitaan kaumnya.Dan selamat hari ibu.
(ndr/)











































